Jakarta TRIBUNNEWS.COM-DPR Budisatrio Djiwandono Wakil Ketua Komite Keempat meminta Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk secara aktif mengupayakan salah satu langkah spesifik untuk meningkatkan anggaran, yaitu, untuk memenuhi kerja komite anggaran KKP lebih sering.

Menurut Budisatrio, ini harus dilakukan agar setiap rencana KKP dapat disosialisasikan dengan baik.

“Komite Keempat Republik Demokratik Rakyat mendukung PKK dalam rangka meningkatkan alokasi anggaran pada tahun 2021 untuk mensejahterakan masyarakat pesisir dan pulau-pulau, nelayan, petani ikan, produsen garam, pengolah dan pedagang perikanan” , Kata Budisatrio, Senin (24/2/2020) di RDP Gedung DPRD Jakarta. -Baca: Liverpool vs West Ham prediksi Liga Inggris, tidak ada Henderson Reds

Baca: Mahathir Mohammed hanya tersenyum dan melambaikan tangan setelah bertemu dengan Raja Malaysia

2021, anggaran KKP Seharusnya 6,5 ‚Äč‚Äčtriliun rupiah, meningkat sekitar 1,1 triliun rupiah dari anggaran yang dialokasikan untuk 2019. – Selain itu, Dewan Perwakilan Komite Keempat juga meminta rencana dan kegiatan KKP pada tahun 2020, yang kemudian akan dibahas pada rapat kerja pada tanggal 25 Februari 2020. “” KKP perlu mengetahui cabang mana yang kira-kira akan menyumbang sebagian besar dari rencana tahun 2020. Setelah anggaran dialokasikan kembali, “Hasan Aminuddin, wakil ketua Komite Ion, ditambahkan pada kesempatan yang sama. — -Komite Keempat DPR telah menerima penjelasan tentang amandemen yang diusulkan untuk anggaran Kelas I Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tahun 2020, yang meliputi:

Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Angkasa berkurang dari Rp 507.850.023.000 menjadi Rp 504.850.023.000 -Karena dan Administrasi Umum Pengawasan dan Pengelolaan Sumberdaya Perikanan, meningkat dari Rp1.062.575.107.000 menjadi Rp1.035.875.107.000 – Lembaga Penelitian Sumber Daya Manusia di Kelautan dan Perikanan, sebesar dari Rp1.888 216, 567.000, Rp798, 216, 557 000

Badan Karantina Ikan untuk pengendalian kualitas Dan keamanan produk perikanan, jumlahnya adalah Rp 601.075.586.000, di mana 596.075.586.000 Rp