Dilaporkan oleh reporter Tribunnews Fitri Wulandari di Jakarta-Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Corona-19 (Corona-19) epidemi memang telah dipengaruhi di berbagai sektor, termasuk mikro, Usaha kecil dan menengah (UMKM). Pemerintah juga mengumumkan kebijakan relaksasi kredit dalam bentuk kesenjangan pembayaran satu tahun antara UMKM dan usaha kecil dan menengah dengan kredit. -Dalam menanggapi, Hery Gunardi, Wakil Direktur PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), mengatakan bahwa ia akan terus mendukung industri UMKM.

Baca: Virus Corona menyebabkan penurunan cepat pada penumpang MRT, hanya 5.000 orang pada akhir pekan – Mengusulkan berbagai solusi untuk memfasilitasi proses penerbitan pinjaman baru dan tambahan untuk pengaturan kredit UMKM, yang saat ini dapat digunakan debitur UMKM Kredit elektronik. – Selanjutnya, BMRI tidak akan meningkatkan komitmen serius hipotek kepada debitur yang telah membuktikan utangnya sejauh ini.

“Selain itu, untuk debitur UMKM yang telah menunjukkan komitmen yang baik, terutama untuk debitur kecil (segmen pasar), itu akan mempromosikan peningkatan hingga 20% dari batas kredit tanpa biaya tambahan,” Kata Hery. Jakarta, Selasa (24/3/2020). Hery menambahkan bahwa pihaknya juga memanfaatkan keunggulan kompetitif BMRI di sektor grosir.

Baca: Pertamina mendesinfeksi di terminal pertama di Surabaya

“Kami menyediakan layanan khusus untuk debitur UMKM dalam rantai nilai pelanggan grosir,” kata Hery.

Menurutnya, rantai nilai dapat membawa banyak manfaat, termasuk suku bunga yang lebih rendah, mengurangi penyediaan jaminan aset tetap dan proses penyederhanaan.