Reporter Tribunnews.com, laporan Reynas Abdila-Jakarta TRIBUNNEWS.COM-PT PLN (Persero) menjamin bahwa catu daya liburan Idul Fitri 1441 H aman di seluruh Indonesia. PLN, Wakil Presiden Komunikasi Korporat dan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan I Made Suprateka mengemukakan, Jumat (22/5/2020) bahwa setidaknya 31.000 orang diperingatkan untuk memelihara sistem kelistrikan di seluruh Indonesia untuk memastikan kondisi listrik yang andal. -Baca: Personel PLN akan kembali ke formulir catatan rumah pelanggan akhir bulan ini-Baca: Personel PLN memperkuat makanan di komunitas yang aman selama pandemi Covid-19

“Personel PLN akan bersiaga di tempat kerja masing-masing Mempertahankan catu daya reguler, yang juga diatur oleh Menteri Kesehatan, selama musim panas, utilitas sosial yang menyediakan daya dapat terus berjalan, “kataku Suprateka .

” Selama masa siaga ini, kami juga memastikan bahwa kami tidak melakukan pemeliharaan. Jaringan dimulai dengan produksi, transmisi, gardu induk dan distribusi daya, “lanjutnya.

PLN memperkirakan bahwa konsumsi listrik puncak Idul Fitri 1441 H tidak akan pernah berubah secara signifikan selama liburan.

Hal ini disebabkan oleh pembatasan pada implementasi sistem sosial skala besar (PSBB) di berbagai bidang, dan pemerintah melarang bolak-balik

terutama untuk sistem Jawa, Bali, kapasitas puncaknya adalah 30.228 MW (MW) Munir Ahmad, direktur Departemen Listrik Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, mengatakan bahwa pembangkit listriknya adalah 16.612 MW, sedangkan cadangan operasinya adalah 13.616 MW. Sekretaris kepala kekuatan negara mengatakan bahwa total pembangkit listrik negara itu adalah 44.273,21 MW dan beban puncaknya adalah 26.649,98 MW. MW,

“Oleh karena itu, cadangan listrik kapasitas nasional adalah 17.623,23 MW.” Kata Munir.