Jakarta TRIBUNNEWS.COM-PT Pertamina (Persero) melalui area operasi pasar (MOR) III, dalam sepekan terakhir, DKI Jakarta, Jawa Barat, dan LPG tanpa subsidi konsumsi rumah tangga telah meningkat. -Peningkatan ini konsisten dengan seruan pemerintah agar masyarakat membatasi mobilisasi di luar rumah untuk mencegah penyebaran virus Covid-19.

Dewi Sri Utami, direktur komunikasi dan CSR MOR III, mengatakan bahwa konsumsi produk LPG cerah yang tidak disubsidi dan LPG 12 kg meningkat secara signifikan.

Baca: 61 Covid-19 penduduk positif di Jawa Barat, Ridwan Kamil: 70% di wilayah Bodebe

Baca: Kenali gejala dan karakteristik infeksi virus Corona, dan perbedaannya dengan flu biasa — Wilayah Jakarta, Bogor, dan Depok memiliki peningkatan rata-rata terbesar, dengan rata-rata 25%. Rata-rata peningkatan permintaan di Banten adalah 24%, “kata Dewi, Senin (23/3/2020). Pemerintah telah menyerukan pembatasan memobilisasi orang untuk meninggalkan rumah, pekerjaan, sekolah, dan beribadah di rumah, yang memungkinkan banyak orang terlibat dalam kegiatan keluarga, termasuk memasak

“Di lokasi, tim kami siap untuk memenuhi kebutuhan komunitas LPG,” kata Dewi.

Sebelumnya, Pertamina juga mencatat layanan berlangganan LPG yang tidak disubsidi melalui call center Pertamina 135. Ini merupakan peningkatan 64% dibandingkan dengan jumlah pesanan pada Februari 2020. Layanan perpesanan antara produk-produk Pertamina, yaitu BBM dan non-sub-kategori LPG.

Konsumen tidak perlu meninggalkan rumah mereka, cukup sebutkan produk yang ingin mereka pesan Jenis dan alamat pengiriman – produk akan dikirim oleh petugas pengiriman yang dilengkapi dengan alat pelindung diri dan peralatan pembersih (seperti sarung tangan dan masker) dari pangkalan atau agen terdekat. Harga produk LPG yang tidak disubsidi adalah: 5,5 kg bensin olahan Rs 70.000 dan Rs 145.000 untuk gas olahan 12 kg Kg. Untuk LPG, biaya pengiriman per silinder adalah Rp 15.000.