Reporter Tribunnews.com Yanuar Riezqi Yovanda-Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Kementerian Keuangan mengatakan bahwa pajak konsumsi akan dikenakan pada minuman manis siap minum. Pengemasan dalam bentuk ritel selalu mengkonsumsi proses pengenceran. – Menteri Keuangan Sri Mulyani mengusulkan kepada Komite ke-11 Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) bahwa tarif cukai menjadi Rp 1.500 per liter. — “Total volume penjualan kemasan minuman teh adalah 2,19 juta liter. Menurut perkiraan penjualan 2015, harganya adalah Rp 1.500 per liter. Selain itu, pajak penjualan masing-masing minuman ringan 274 ribu liter dan 800.800 liter adalah 2.500. Liter Rp, “katanya kepada Kongres di Jakarta, Rabu (19 Februari 2020).

Baca: Mourinho Jr. dan Jose Mourinho dalam pertandingan Tottenham vs Leipzig, memakai nama Peter Crouch menjelaskan bahwa minuman manis memiliki kesehatan diabetes Ini memiliki pengaruh besar, jadi perhatikan dalam berbagai situasi, kontrol gula telah menjadi gaya hidup sehat. Sri Mulyani menyimpulkan: “Kami membayangkan bahwa jika populasi kami adalah 267 juta, maka dari perspektif BPJS, kesehatan berarti harga yang sangat besar.”