Pelaporan oleh reporter Tribunnews.com Reynas Abdila

TRIBUNNEWS.COM, Jakarta-PT Pertamina (Persero) menambahkan empat unit Pertashop di wilayah Jawa Barat melalui Area Operasi Pasar (MOR) III, termasuk Provinsi Banten , DKI Jakarta dan Jawa Barat.

Pertashop adalah perusahaan distribusi Pertamina kecil yang menyediakan layanan kepada konsumen yang membutuhkan bahan bakar dan LPG di daerah terpencil.

Dewi Sri Utami, direktur komunikasi dan CSR MOR III, menekankan bahwa Pertashop adalah pasokan bahan bakar alternatif, terutama bagi orang-orang yang jauh dari pompa bensin umum (SPBU). Sama seperti di Magalenka, jarak antara Pertashop dan pompa bensin terdekat lebih dari 12 kilometer.

“Kehadiran di Pertashop merupakan alternatif bagi Pertamina, yang memperluas layanan distribusi bahan bakar dan LPG dengan bekerja sama dengan semua pihak dan selalu mempertimbangkan aspek komersial dari lokasi yang diserahkan,” kata Dewi, Jumat (22/5/2020).

Baca: MPV di belakang Renault Triber memasuki 1.500 unit, dan waktu pengiriman dijadwalkan untuk Juni

Sebelum, Fanshurullah Asa, kepala Otoritas Pengatur Minyak dan BPH Migas, mendesak Pertamina untuk tidak Bersaing dengan ExxonMobil, ini telah mulai membangun jaringan di pedesaan.

Baca: M Noah, miliarder, dan pelelangan harian yang mengendalikan sepeda motor listrik Jokowi adalah pekerja konstruksi. Perusahaan itu, raksasa minyak dan gas Amerika, telah membangun lebih dari 10.000 pompa bensin ritel, bengkel mikro, dan toko minyak.

“Di Purwakarta, ada sebanyak ratusan. Jika berjalan baik, Pertamini ini juga akan melelahkan,” kata Fanshurullah dalam obrolan virtual pada 8 Mei 2020.

Baca: Natasha Rizky (Natasha Rizky) di mata kebijaksanaan pandemi korona: 24 jam sehari untuk mengalami peran istri dan ibu — “Solusi kami memang untuk rilis resmi Pertamina Sebuah SPBU kecil. “Harga awalnya adalah Rs 100 crore,” tambahnya.