Reporter Tribunnews.com, laporan Reynas Abdila-Jakarta TRIBUNNEWS.COM – Departemen Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menambahkan rumah sakit khusus ke Covid-19 setelah merawat 2.083 pasien positif.

Wakil Menteri BUMN Budi Gunadi Sadikin mengatakan rumah sakit khusus yang dimaksud adalah rumah sakit darurat Pertamina Simprug, yang dapat menampung 300 kamar. Selama dua minggu, “Dalam pertemuan bersama DPR dengan beberapa kementerian, masalah bagaimana sebenarnya mengelola virus Corona dibahas (Covid -19), Selasa, 5 Mei 2020.

” Rumah Sakit Darurat Pertamina Simprug Ini akan selesai minggu depan dan dapat menampung 300 kamar, 240 kasur non-ICU, 31 kasur ICU, 19 kasur HCU, dan 10 kasur IGD.

Baca: Ingat Didi Kem dari Ngamen untuk dapat bepergian di Eropa

Sobat mencatat bahwa saat ini BUMN memiliki 70 rumah sakit, 35 di antaranya didedikasikan untuk perawatan pasien Covid-19.

“Rata-rata, jumlah pasien yang dirawat di rumah sakit umum mencapai 400 hingga 500, dan ada 50 hingga 60 pasien per hari,” kata

— Baca: politisi PDIP: Jangan buru-buru melepaskan PSBB — -Kami tahu bahwa Pertamina sedang mempersiapkan untuk mengubah stadion sepak bola Simprug menjadi 22.700 meter persegi rumah sakit rujukan Covid-19.

Fajriyah Usman, wakil presiden komunikasi perusahaan di Pertamina, mengatakan bahwa rumah sakit darurat Covid-19 di stadion sepak bola Simprug adalah perpanjangan dari Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP).

Semua konstruksi dan pasokan peralatan medis dan tenaga medis berada di bawah pengawasan RSPP.