Laporan dari reporter Tribunnews Fitri Wulandari-TRIBUNNEWS.COM Ekonom Jakarta-INDEF Bhima Yudhistira menyarankan pemerintah untuk tidak membuka gelombang kedua peserta program kartu kerja dan mentransfernya ke hibah internet komunitas. Menurutnya, karena pelatihan online program kartu pekerja, itu hanya akan dibelanjakan untuk anggaran, bukan tujuan. — Baca: Belva pensiun, Stafsus, ekonom: Perdebatan tentang kesejahteraan pekerja tidak mengakhiri kartu

“kata Bhima, Rabu (22/4/2020). Dia percaya bahwa anggaran yang dialokasikan untuk program kartu kerja harus ditransfer ke langkah-langkah yang secara langsung mempengaruhi kebutuhan dasar orang yang terinfeksi oleh coronavirus (Covid-19). Bhima menjelaskan: “- (Pemerintah harus) mentransfer seluruh anggaran dari kartu pra-kerja, yang secara langsung mempengaruhi daya beli orang-orang yang terkena dampak Covid-19.” Bhima kemudian Ian menambahkan bahwa dalam korona Selama pandemi, pelatihan yang diberikan oleh pemerintah kepada para peserta Program Kartu Pekerja melalui delapan mitra bukanlah solusi yang efektif.

Karena orang-orang yang membutuhkan bantuan sekarang adalah komunitas dalam arti luas.

Dia mengatakan bahwa masyarakat, ketika lebih banyak bantuan sosial (bantuan sosial) diperlukan, seperti bantuan tunai langsung (BLT), dapat memberikan subsidi internet untuk banyak orang

karena masyarakat dapat memperoleh semua jenis gratis Oleh karena itu konten pelatihan dapat dilakukan pada platformnya sendiri, dan hanya menggunakan akses Internet. — “Dibandingkan dengan pelatihan online, pemerintah yang terbaik adalah memberikan subsidi Internet untuk semua orang Indonesia selama 3 hingga 5 bulan. Oleh karena itu, orang dapat mengakses konten pelatihan serupa di YouTube dan platform gratis lainnya,” kata Bhima.