Jakarta TRIBUNNEWS.COM – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta secara resmi melarang Jabodetabek mengoperasikan bus antar kota (AKAP), bus antar-provinsi (AJAP) dan bus wisata.

Syafrin Liputo, kepala transportasi untuk DKI Jakarta, mengkonfirmasi siang ini bahwa penutupan akan berlaku pada hari Senin, 30 Maret 2020, pukul 18:00. Waktu Bagian Barat Indonesia. Ditunjuk sebagai langkah tindak lanjut dari Keputusan Kepala BNPB No. 13 (A 2020), yang berkaitan dengan perluasan penyakit coronavirus untuk bencana darurat khusus. Sini

— Baca: Kabar baik! Profesor PUFF, Nucleus Farma dan Nidom Foundation sedang mengembangkan obat Covid-19 – telah dinyatakan bahwa tujuan dari larangan ini adalah untuk mencegah penyebaran virus corona Covid-2 (SARS-CoV-2) di 19 bagian Indonesia. . — Baca: Mencegah Corona memasuki Sumatera Barat, bus MPM berhenti beroperasi, tiket pulang

Syafrin Liputo juga menjelaskan bahwa larangan operasi diputuskan selama pertemuan bersama antara Departemen Jenderal Transportasi Darat Kementerian Perhubungan. Transportasi, Badan Manajemen Transportasi Jabodetabek (BPTJ) dan beberapa pihak lainnya diadakan pada hari Minggu sore. Dia berharap melalui larangan itu, penyebaran virus corona harus dikontrol, terutama di wilayah DKI Jakarta. Kontraktor bus yang kecewa, Intercity Transport Contractor, termasuk dalam Asosiasi Motor Pengusaha Muda Indonesia (IPOMI) dan menyatakan penyesalannya atas keputusan pemerintah untuk menangguhkan sementara izin operasi untuk rute asal dan tujuan DKI Jakarta.