TRIBUNNEWS.COM-Beberapa bulan telah berlalu sejak ekonomi dilanda pandemi COVID-19. Dari pencapaian pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal pertama 2020, tampaknya turun menjadi 2,97%.

Dibandingkan dengan kuartal keempat 2019, angka ini relatif lemah, pertumbuhan ekonomi Indonesia yang terakhir telah mencapai 5,7%. – -Sri Mulyani, Menteri Ekonomi, jika pertumbuhan ekonomi terus melambat hingga akhir tahun 2020, baik kaum miskin dan pengangguran dapat meningkat. -Sebagai tindakan pencegahan, pemerintah dan masyarakat harus memainkan peran sinergis dalam memulihkan ekonomi nasional, baik dalam hal pasokan yang dikutip oleh Kementerian Keuangan atau lembaga pelaksana Pendidikan dan Pelatihan Keuangan Azval. Dia percaya bahwa jika ekonomi hukum Syariah diterapkan dengan benar, itu dapat digunakan sebagai solusi untuk pengembangan ekonomi Indonesia dalam konteks pandemi saat ini. — “panutan” dunia

Azwar percaya bahwa sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, Muslim Indonesia dapat memainkan peran terbesar dan memainkan peran ekonomi dan keuangan hukum Islam.

Di dunia, ekonomi hukum Syariah Indonesia sangat baik. Menurut data Islamic Finance Index (IFCI) 2019 yang dirilis oleh Cambridge Institute of Islamic Finance, Indonesia menempati urutan pertama di dunia dalam pengembangan keuangan Islam.

Dengan menjadi model global, Azwar mendesak orang untuk memperkuat dana zakat, donasi dan amal, terutama dalam pandemi ini. Selama kita bekerja bersama untuk membantu orang lain, kita bisa mengatasi krisis ekonomi. -Meski masjid ini sementara tidak beroperasi, di era digital, masih mungkin untuk memobilisasi orang-orang percaya melalui pembayaran online karma, sumbangan dan sedekah. – Perlu menyesuaikan permintaan menggunakan teknologi uang elektronik setiap hari. Sebagai media pertukaran, uang elektronik dapat memainkan peran strategis dalam sirkulasi barang dan jasa.

Menurut ajaran agama dan menurut ahli hukum, Oni Sahroni menyatakan bahwa Islam sangat mendukung perubahan yang akan bermanfaat bagi kehidupan masyarakat.

“Kemudahan adalah salah satu prinsip penting kemudahan, dan itu adalah hadiah dari Allah SWT, yang dirancang untuk memungkinkan orang untuk melaksanakan ajaran agama dengan antusias dan tekun, terutama dalam keadaan sulit (QS al-Baqarah [2]: 185 ) Dan Hadis Nabi; “Bantu tugas, jangan menyulitkan tugas”, Oni Sahroni mengatakan dalam pernyataan tertulis yang diterima pada Kamis, 28 Mei 2020.-Melalui Dewan Nasional Hukum Islam Indonesia, mendukung keberadaan Uang elektronik yang sesuai dengan prinsip-prinsip hukum Islam. Ulama DSN MUI) telah menerbitkan peraturan tentang Uang Elektronik Syariah untuk mengatur ketentuan dan pembatasan hukum Islam tentang uang elektronik-Afi n untuk mendukung ekonomi Islam , LinkAja secara resmi meluncurkan layanan Syariah Link Aja, mata uang elektronik hukum Islam pertama dan satu-satunya di Indonesia.

Ketua Dewan Pengawas mengatakan: “LinkAja telah secara resmi meluncurkan layanan Syariah LinkAja, yang merupakan hukum Islam pertama di Indonesia Uang elektronik dapat memfasilitasi berbagai pembayaran sesuai dengan prinsip dan prinsip hukum Islam. “Hukum Syariah, layanan hukum Syariah LinkAja, Anwar Abbas. — Layanan hukum Syariah LinkAja juga memiliki banyak manfaat dalam produk layanan Syariah, seperti ekosistem zakat, infaq, amal, dana abadi (ZISWAF ) Dll. Lembaga ZISWAF, 1.000 masjid, pondok pesantren, dan beberapa mitra e-commerce dan pengusaha offline.

“Layanan LinkAja Syariah menyediakan tiga kategori utama produk layanan hukum Islam, yaitu ekosistem ZISWAF, Pemberdayaan ekonomi berdasarkan masjid dan digitalisasi pondok pesantren dan UMKM. Kami bertekad untuk terus berinovasi dan memperluas dengan mitra kami “tujuan membangun ekosistem ekonomi hukum Syariah di Indonesia,” kata Harriati Ravijaja, CEO LinkAja.

Dia menambahkan bahwa keberadaan layanan Islam LinkAja akan memiliki dampak positif pada pertumbuhan ekonomi dan keuangan Islam di Indonesia.

Pengguna layanan LinkAja Syariah juga dapat melakukan transaksi dengan tenang, karena layanan LinkAja Syariah sesuai dengan pandangan Islam. Yang terpenting, donasi dan pembayaran lebih nyaman, terutama selama pandemi.Yang ini.