TRIBUNNEWS.COM, MORODEMAK-PT. Bank National Indonesia (Persero) Tbk. Sinergi dengan program pemberdayaan perikanan perikanan Morodemak di Jawa Tengah, dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus mendorong nelayan untuk menerima pendidikan finansial (19/2/2020). Rencana tersebut bertujuan untuk meningkatkan hasil nelayan dan memberikan keterampilan pemrosesan ikan agar lebih bernilai. Pemberdayaan diwujudkan tidak hanya untuk para nelayan, tetapi juga untuk para istri para nelayan. -Supari, kepala usaha mikro di Bank for International Settlements, mengatakan kerja sama ini adalah bentuk upaya Bank untuk memberantas kemiskinan dan telah memperluas penerimaan dan pendidikan keuangan masyarakat pesisir. Saat ini, Morodmark memiliki 1.085 nelayan, termasuk 160 pemilik kapal dan 925 awak kapal. “Dia menambahkan.

Baca: Melalui BRISPOT, membuat pinjaman ke BIS menjadi lebih praktis

Dalam kegiatan ini, nelayan akan mendapatkan pelatihan bersertifikat dan praktik pengolahan ikan untuk dapat meningkatkan kemampuan komersial mereka Seperti sebelumnya, BIS Bank dan KKP meluncurkan peserta utama Departemen Kelautan dan Perikanan (KUSUKA) sebagai satu-satunya identitas peserta bisnis online terverifikasi untuk memfasilitasi akses ke layanan perbankan, yang merupakan cara yang efektif. Berkata: “Pada tahap awal, lebih dari 1.000 peta tes khusus dicetak di Jawa Tengah dan kemudian diterapkan di tingkat nasional. ” Hasil Tahunan AGM Pertanian Sabuk dan Jalan-Bank Belt dan Jalan juga terus mendukung rencana pemerintah melalui alokasi kredit komersial (KUR) untuk nelayan. Menurut catatan, pada akhir Desember 2019, ` Inisiatif Sabuk dan Jalan telah mendistribusikan KUR 17,1 triliun rupee di Jawa Tengah, yang merupakan 99,1% dari total KUR yang dialokasikan oleh BRI pada tahun 2019, sebesar 9 triliun rupee. (BJN *)