Pelaporan oleh Yanuar Riezqi Yovanda – Tribunnews.com, Jakarta, Tribunnews.com Reporter-Direktur Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Otoritas Pengatur Jasa Keuangan Riswinandi ( OJK) Direktur Jenderal mengeluarkan Surat Edaran (LKM) kepada manajemen dan direktur keuangan mikro.

Surat ini menjelaskan kebijakan pemerintah bersama Jepang untuk lembaga keuangan mikro dan debitur lembaga keuangan mikro, yang bertujuan untuk mengurangi beban pada masyarakat berpenghasilan rendah dan usaha mikro. Dia mengatakan di Jakarta pada hari Jumat: “Mengurangi kewajiban pembayaran kepada lembaga keuangan mikro dan mempertahankan keberlanjutan lembaga keuangan mikro.” (29/5/2020) .

Riswinandi menjelaskan bahwa keuangan mikro Kebijakan lembaga kredit mencakup memperpanjang 10 hari kerja setelah batas waktu penyerahan laporan keuangan selama 4 bulan, dan menerbitkan laporan keuangan April untuk membuktikan bahwa 2020 — Selanjutnya, melalui reorganisasi Covid-19 yang terkena dampak dari spread Selain itu, telah ditentukan bahwa restrukturisasi pinjaman debitur atau kualitas pembiayaan yang dipengaruhi oleh penyebaran Covid -19 telah berjalan dengan lancar sejak reorganisasi. Baca: OJK mengumumkan kondisi baru untuk penjualan polis asuransi berbasis investasi selama pandemi- “Selain itu, restrukturisasi debitur yang terkena dampak Covid-19 berlaku selama 6 bulan,” katanya.

Baca: Haris Azhar mengkritik pernyataan Menteri Airlangga: Perusahaan menjadi ajang uji politik. . .

Restrukturisasi hutang atau pembiayaan debitur dari lembaga keuangan mikro memperhitungkan kebutuhan restrukturisasi debitur yang dipengaruhi oleh Covid-19.

Baca: Proyek kereta cepat di Jakarta-Bandung berlanjut, bahkan ke Surabaya – Kemudian, berdasarkan prinsip Syariah Syariah lembaga keuangan mikro Syariah, kebutuhan dan kelayakan reorganisasi lembaga keuangan mikro dievaluasi , Dan penerapan prinsip kehati-hatian dan tata kelola perusahaan yang baik.

“OJK berharap bahwa kebijakan ini akan mempertahankan kinerja lembaga keuangan mikro. Dalam konteks pandemi Covid-19, lembaga keuangan mikro akan terus melayani dan bertahan dan mengembangkan usaha mikro dan masyarakat berpenghasilan rendah. Dia Disimpulkan.