Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Mulai 18 April 2020, pemerintah Indonesia akan memblokir telepon seluler pasar gelap (BM) dengan mengidentifikasi nomor IMEI. Jaringan seluler.

Pemerintah, melalui Kementerian Komunikasi dan Informasi, Kementerian Perindustrian dan Kementerian Perdagangan, mendesak masyarakat untuk terlebih dahulu memverifikasi nomor IMEI ponsel yang akan dibeli.

Baca: Angkasa Pura II sedang mempersiapkan pengembalian pajak bandara 20% untuk satu juta kursi penumpang di pesawat

Baca: Dari 1 Maret 2020, ke 10 tujuan perjalanan di Indonesia Diskon 50% – IMEI dapat dilihat melalui stiker di bagian belakang kotak telepon. Verifikasi IMEI dapat dilakukan di situs web imei.kemenperin.go.id.

“Pemerintah mengundang masyarakat untuk membeli perangkat seluler yang sah, PDA dan tablet (HKT). Gunakan halaman Departemen Perindustrian untuk mempelajari tentang ponsel Anda sebelum membeli dari toko atau online,” kata Ismail, Direktur SDPPI, Kementerian Komunikasi dan Informasi, Pada hari Jumat (28 Februari 2020), KompasTekno bertemu di Jakarta.

Jika Anda mendaftar di halaman Kementerian Perindustrian, Anda dapat mengonfirmasi bahwa perangkat tersebut legal dan dapat digunakan. Jika tidak, ponsel tidak akan memiliki akses ke jaringan seluler semua operator telekomunikasi di Indonesia.

Merza Fachys, wakil ketua Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Indonesia (ATSI), mengatakan hal serupa. Dia mengatakan telepon akan berlaku untuk pembeli ponsel potensial setelah menerapkan kebijakan ini.

“Nanti (setelah kebijakan diberlakukan) dan ingin membeli (ponsel), silakan periksa IMEI terlebih dahulu, karena IMEI akan ditulis dalam kemasan (pengemasan) sesuai dengan peraturan Kementerian Perdagangan. Jika ini legal, silakan beli. Jika tidak, harap jangan Lakukan ini. “Kata Mermp, sebagaimana Kompas.com berjudul” Dari 18 April, disarankan untuk memeriksa IMEI sebelum membeli ponsel. “

Pemerintah telah memutuskan mekanisme pemblokiran ponsel pasar gelap.

Pemerintah akan menggunakan sistem daftar putih. Skema pemblokiran daftar putih menerapkan mekanisme “shutdown normal” di mana hanya telepon IMEI legal / terdaftar yang dapat dihubungkan ke jaringan operator seluler.