Laporan oleh Yanuar Riezqi Yovanda, seorang jurnalis dari Tribunnews.com di Jakarta-TRIBUNNEWS.COM di Jakarta – kegagalan membayar biaya keuangan publik PT Asuransi Jiwasraya akan berjumlah 13,7 triliun rupee, dan sejumlah lembaga telah diselidiki dalam hal ini. Kantor Audit Agung (BPK) menyatakan bahwa klien juga akan memeriksa lembaga terkait, termasuk Administrasi Layanan Keuangan (OJK).

“Ya, organisasi kontak (OJK) telah diperiksa. Dalam setiap kasus terkait, itu harus diperiksa, jika tidak ada kontak, itu tidak akan diperiksa.” / 2020). bawa.

Baca: Video Lalu Lintas Polisi Tanggap Cepat Video Virus Melihat seorang pria mengalami serangan jantung dan mengambil tindakan untuk memuji dan memuji

– “Jika terkait dengan kasus ini, Jiwasraya dan Asabri akan dikirim pada akhir ujian,” katanya. Dia menambahkan bahwa sejauh menyangkut data transaksi investasi, memblokir 800 akun saham juga merupakan bagian dari tinjauan.

“Tolong, semua data masih dianalisis. Adapun inspektur, mereka selalu kolektif dan dianalisis,” Bahtiar menyimpulkan.

Seperti yang disebutkan sebelumnya, tujuan Jaksa Agung Burhannudin (ST Burhannudin) adalah untuk melengkapi file dugaan korupsi PT Asuransi Jiwasraya (Persero) dalam waktu dua bulan.

“Kami bisa menjadi target manajemen dalam waktu dua bulan, kami bisa mempercayakan,” kata Febrie Adriansyah (14/02/2020), penyelidik khusus jaksa agung kejahatan khusus.