Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Kelangkaan dan mahalnya harga gula di pasar mendorong Biro Logistik (Bulog) dan Biro Perekonomian (Perekonomian) Rakyat Indonesia untuk mengatur operasi pasar. — “Kita tahu bahwa saat ini, harga gula di pasaran telah mencapai” Rp. 18.000 per kilogram. Oleh karena itu, didorong oleh ekonomi rakyat, kami melakukan operasi pasar ini untuk mengurangi harga gula. “Di pasar Kalimalang di Sikagon, Jakarta Timur, direktur komersial Bulog Mansur adalah pada Kamis (21/5/2020) .

Mansur menjelaskan bahwa selama operasi pasar ini, partainya akan Puluhan ton gula dikurangi menjadi satu pasar dan 150 ton gula dikurangi menjadi kelas ekonomi (rekor) hingga dijual ke semua penduduk Jakarta dan Banten.

Baca: Mengenai harga gula pasir, Kabareskrim ingat tidak mengambil apa pun. Tindakan untuk melampaui batas profitabilitas. Ekuitas

“Kami berharap tindakan ini dapat mengurangi dan menstabilkan harga.”

Baca: Anggota DPR mengkritik pemerintah karena perselisihan harga dan stok gula — -Di lokasi yang sama, presiden Gedung Ekonomi Rakyat (Rekor), ia juga ketua Komite Pedagang Pasar (KPP) Abdul Rosyid Arthur mengatakan partainya akan menjual Brog melalui anggota Gedung Ekonomi Rakyat (Catatan) Sugar, organisasi ini sekarang lazim di beberapa daerah di Jakarta dan Banten, termasuk pasar tradisional. – “Ribuan anggota ini akan memimpin dalam menstabilkan situasi. Harga gula dijual langsung dari rumah orang-orang di ekonomi populer yang memecahkan rekor .Kami mengunjungi pusat WA (catatan) 08211 235 3232 atau dapat langsung ke pasar, warga negara, agen / toko dan pemesanan. Kantor Rumah Ekonomi Publik Jalan Tipar Cakung (Rekor) di seberang pasar Kalimalang Cakung Barat sebelah timur Jakarta. “Dia berkata.

Baca: Anggota DPR mengkritik pemerintah karena kritiknya terhadap kontroversi harga dan stok gula. Rosyid juga menolak penjualan permen partainya kepada penjual langsung dan konsumen. Tentu saja, harganya berbeda. – – “Selain gula Bulog, kami juga memproduksi kemasan merek kami sendiri dengan nama Gula Saya. Semua gula berasal dari berbagai sumber produksi. Kami menjualnya kepada konsumen dengan harga Rp 12.400 dengan harga 50 kg. Untuk gula, ekonomi domestik rakyat jelata adalah rekor penjualan beras, tepung, bawang putih, minyak goreng dan daging.