TRIBUNNEWS.COM, Jakarta-PT. Bank Nasional Indonesia (Persero) Tbk terus bekerja untuk mendukung transparansi dan mengoptimalkan perpajakan nasional. Dalam implementasinya, BRI dan Biro Perpajakan Daerah Provinsi DKI Jakarta telah menandatangani perjanjian perpanjangan (21/2/2020) dari Perjanjian Pelaporan Data Transaksi Wajib Pajak Elektronik (WP).

Menandatangani perjanjian kerja sama yang dimainkan oleh Sri Haryati Plt. Irene Retnaningsih, Kepala BAPENDA Provinsi DKI dan Wakil Presiden Eksekutif Hubungan Kelembagaan

Ketika diluncurkan pada 2013, Pajak Online BIS (E-Pajak) menggunakan barebone atau PC kecil sebagai cara untuk mengekstrak data dari kasir WP. Beberapa tahun kemudian, E-Tax BRI, khususnya WP Hotel, membuka layanan komunikasi data menggunakan teknologi FTPS.

Baca: BIS melayani pelanggan dan menyediakan fungsi penarikan bagi pengusaha

Juga menyambut era digital, jadi BIS e-tax sekarang menggunakan teknologi Smart Agent. Layanan yang terakhir digunakan untuk WP HOREKA, yaitu hotel di DKI, restoran, tempat hiburan dan tempat parkir di Jakarta.

Amam Sukriyanto, Sekretaris Jenderal Bank untuk Penyelesaian Internasional menjelaskan bahwa sebagai perintis dalam perpajakan online, Bank untuk Penyelesaian Internasional telah terus membuat terobosan dan inovasi, sehingga memudahkan WP untuk memenuhi kewajibannya. Babenda DKI. Aplikasi ini akan meminimalkan kegagalan penghapusan data karena pembatasan perangkat dan mengurangi biaya perawatan, yang akan sangat menyederhanakan penggunaan WP dan Fiskus (dalam hal ini DKI BAPENDA). “-Smart Agent E-Tax BRI dilengkapi dengan instalasi dan perangkat kerja yang mengikuti prinsip tarik-menarik, visualisasi, pembayaran, dan pelaporan. Karena data transaksi secara otomatis dikirim langsung ke pemerintah provinsi Jakarta BAPENDA DKI, WP akan menyatakan dalam data elektronik Dipromosikan. — Kemudahan lain adalah dapat melihat detail transaksi yang dilaporkan ke DKI BAPENDA melalui dashboard CMS BRI

Baca: Menggunakan BRISPOT, pembayaran pinjaman ke BRI menjadi lebih praktis – – Selain itu, WP juga dapat menggunakan fungsi Autodebet dari CMS untuk membayar pajak tanpa pergi ke cabang BRI. Setelah menyelesaikan pembayaran, CMS BRI juga menghasilkan laporan online dalam bentuk SSPD dan SPTPD, yang membantu laporan.

“Antusiasme WP tinggi karena mereka pikir itu mudah. Namun, saat ini, agen cerdas telah menerapkan lebih dari 55% dari 3.133 objek pajak menggunakan E-Pajak BRI. Tahun lalu, melalui pajak BRI ERI, pajak BRI provinsi mencapai 3,5 triliun rupee, “tambah Amam. -Kondisi penggunaan agen cerdas E-Pajak BRI juga sangat mudah dan praktis. WP hanya perlu mengajukan permohonan pemasangan CMS dengan: Pertama, buka rekening Giro untuk badan usaha hukum di BRI, atau buka Britama Bisnis untuk badan usaha yang belum menjadi badan hukum atau perorangan.

Baca: Banyak orang tidak mengerti, cara sederhana untuk menghitung pajak BPHTB dan PPh saat membeli dan menjual tanah Metode — Wajib Pajak dapat menggunakan wajib pajak dengan beberapa nomor objek pajak daerah (NOPD) dan ingin melakukan pembayaran melalui akun BIS debit. Sistem ini akan menginstal Smart Agent E-Tax BRI sesuai dengan spesifikasi dari wajib pajak / sistem pembayar pajak POS Jika WP telah diinstal dengan Smart Agent ETax BRI dan CMS, data transaksi bisnis wajib pajak akan secara otomatis dikirim ke BAPENDA online secara real time. (BJN *)