Laporan reporter Tribunnews.com Dennis Destryawan-Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Pemerintah telah secara resmi memblokir rekening bank FPI yang dibekukan dengan perkiraan saldo sekitar Rs 1 miliar. –Ichwanudin Tuankotta REIT tim hukum telah mengkonfirmasi bahwa akun REIT telah diblokir. Diketahui bahwa blokade terjadi setelah pemerintah dibubarkan, dan dana perwalian investasi real estat ditetapkan sebagai organisasi terlarang.

“Memang sudah diblokir dan jumlahnya adalah rekening,” kata Ichwanudin kepada Tribunnews, Senin (4/1/2021).

Baca juga: Front Pengacara Solidaritas Islam memastikan bahwa akun REIT memiliki telah dibekukan

Dia tidak menyebutkan di bank mana rekening itu dibuka. Ichwanudin mengatakan, jumlah nosional di rekening itu sekitar Rs 1 miliar.

Baca juga: Komnas HAM kembali meminta polisi memberikan informasi untuk mencerahkan 6 orang yang tewas dalam REIT Laskar- “sekitar Rp 1 miliar”, kata Ichwanudin. Dia mengatakan bahwa dana perwalian investasi real estat dapat melakukan upaya agar uangnya dapat ditarik. “Insya’Allah,” katanya. Aziz Yanuar, Menteri Bantuan Hukum Dana Investasi Real Estat, menduga rekening bank Dana Investasi Real Estat dibekukan setelah ormas itu dicantumkan sebagai organisasi terlarang oleh pemerintah. Mahfud MD, Direktur Biro Koordinasi Politik, Hukum, dan Keamanan, mengumumkan pemblokiran FPI. Menurut Mahfud, terhitung sejak 20 Juni 2019, FPI tidak lagi terdaftar sebagai ormas.

Mahfud menilai FPI kerap melakukan kegiatan yang melanggar ketertiban dan keamanan; -Hukum dan peraturan serta Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 82 / PUU XI tanggal 23 Desember 2014 / Putusan tahun 2013 semakin memperkuat pernyataan Mahfud. – “Pemerintah melarang Mahfud mengatakan kepada kantor:” Karena FPI sudah tidak berstatus ormas biasa, FPI dan “Saya akan hentikan semua kegiatan yang dilakukan FPI.” KemenkoPolhukam, Rabu (30/12/2020).