Laporan Reporter Tribunnews.com Yanuar Riezqi Yovanda

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Sebagai Badan Layanan Umum (BLU), Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) melapor ke Kementerian Keuangan bahwa output minyak sawit mencapai 51,58 juta ton, dengan persediaan awal 4,6 juta ton maka total pasokan pada tahun 2020 adalah 56,22 juta ton. Direktur -BPDPKS Eddy Abdurrachman mengatakan rata-rata nilai konsumsi tahunan produk industri kelapa sawit bisa mencapai 335,9 miliar rupee.

Lihat juga: Dari segi ekonomi, industri kelapa sawit dianggap sebagai bagian dari ketahanan bencana negara, sementara nilai ekspor rata-rata adalah US $ 21,4 miliar, terhitung 14,9% dari total tahunan non-ekspor minyak dan gas. Ia mengatakan: “Pada 2020, nilai ekspor produk sawit akan mencapai 22,97 miliar dollar AS atau sekitar 321,5 triliun rupee.” Strategi ”webinar nasional.

Baca juga: Airlangga Hartarto mengatakan: Batasi busi di industri sawit untuk mengurangi kemiskinan Eddie mengatakan meski volume ekspor produk sawit ini sedikit menurun pada 2020, namun meningkat 13,6% dibanding 2019. Volume ekspor tahun 2020 sekitar 34 juta ton, sedangkan volume ekspor tahun 2019 sebesar 37,39 juta ton. Namun dari sisi nilai ekspor, volume ekspor mengalami peningkatan akibat kenaikan harga minyak sawit tahun lalu. Ia menambahkan, kontribusi industri kelapa sawit terhadap penerimaan pajak sekitar Rp 14 triliun hingga Rp 20 triliun per tahun.

“Ini sangat penting bagi industri. The ‘Ekonomi Indonesia’, pungkas Eddie.