Laporan reporter Tribunnews.com Lita Febriani-Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Pandemi Covid-19 yang sedang berlangsung telah mengubah kebiasaan minum masyarakat. Nikmati di rumah.

Abdul Rochim, Direktur Jenderal Agribisnis Kementerian Perindustrian, mengatakan perubahan pola konsumsi juga mendorong industri makanan dan minuman lebih giat berinovasi. Industri yang paling dekat dengan perusahaan harus menggunakan teknologi agar konsumen lebih mudah menggunakannya, “kata Rochim dalam keterangan resmi, Selasa (19/1/2021).

Produksi harus diperkenalkan pada teknologi pangan olahan dan diversifikasi produk. Misalnya makanan beku dan teknik pengemasan lainnya. –Lihat juga: Rahasia pengawetan daging kurban Agar awet dan segar gunakan pengemasan kedap udara-cara ini agar lebih awet dan mudah diangkut Produk Rochim lebih mudah diolah , Rochim menjelaskan: “Selain itu, diversifikasi juga dapat dilakukan dengan memperkenalkan pangan fungsional yang ditujukan untuk kesehatan, meningkatkan daya tahan tubuh dan menambah asupan gizi. “-Saat ini, Kementerian Perindustrian telah bekerja sama dengan Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI) untuk merumuskan pedoman adaptasi dengan kebiasaan baru industri pangan. Dalam era pandemi, pengembangan industri pangan digalakkan melalui kegiatan produksi. Saat itu, “jelas Tao.