Reporter Tribunnews.com Yanuar Riezqi Yovanda-Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Ekonom Senior Faisal Basri mengatakan, sebenarnya jika masyarakat menerapkan program kesehatan yang ketat, vaksin Covid-19 tidak diperlukan. -Faisal menjelaskan, pelaksanaan kesepakatan kesehatan juga harus lengkap, tidak hanya menjaga jarak, tapi juga memakai masker dan cuci tangan.

“Pertama-tama tentunya tidak hanya menjaga jarak, tapi memakai topeng,” ujarnya di webinar prospek ekonomi KAHMIPreneur, Minggu (3/1/2021).

Baca juga: Menkes: Butuh 3,5 tahun untuk menyelesaikan proses vaksinasi Covid-19 – Kemudian, lanjutnya, pemerintah juga harus segera meningkatkan pengujian dan pelacakan kontak untuk mencegah penyebaran virus Covid-19. — “Jadi, untuk menahan kecepatan virus, kita harus menggunakan Capa yang dikutip untuk membuatnya begitu cepat sehingga kita dapat mengontrol virus dengan cara menguji dan melacak kontak. Kelemahan kita ada, sekarang coba bayangkan jika 3 orang Setelah dites, salah satunya tertular Covid-19 dan Sun terjangkit Covid-19, ”ujarnya.

Menurut Faisal, pemerintah tampaknya khawatir dengan peningkatan jumlah tes dan pelacakan kontak, bahkan lebih banyak berbicara tentang vaksin.

“Jadi bayangkan kapasitas pengujian kami saat liburan hanya 20.000, dan di India, permintaan harian adalah 1 juta, dan kami tidak perlu 1 juta per hari, setidaknya 100.000, idealnya 200.000. Nah, ini yang harus kita cari tahu, jangan menunggu vaksinnya, tunggu saja vaksinnya, ”pungkasnya.