Laporan Tribunnews.com reporter Vincentius Jyestha-Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Setelah memperkenalkan 1,2 juta vaksin Sinovac dari jenis yang sama, pemerintah kembali memperkenalkan 1,8 juta dosis lagi untuk melawan virus Corona (Covid-19). Vaksin itu divaksinasi pada awal Desember tahun lalu.

Pemerintah juga terus bekerja sama dengan produsen vaksin AstraZeneca dan Novax untuk mengembangkan masing-masing 50 juta dosis vaksin.

Menteri Keuangan Sri Mulyani (Sri Mulyani) mengatakan, penyediaan vaksin harus mendukung pemulihan perekonomian nasional bahkan perekonomian dunia. Terkait hal tersebut, Anis Byarwati, anggota XI DPR RI PKS, mengatakan ada dua kebijakan utama yang akan berdampak pada pemulihan ekonomi.

Baca juga: Sandiaga bertemu Menkes membahas kesepakatan kesehatan di industri pariwisata

Anis mengatakan dalam keterangannya, Jumat (1/1/2021): Efektifitasnya sama. pemulihan ekonomi untuk penerapan vaksin Covid-19. , Pemulihan ekonomi sangat bergantung pada keberhasilan. vaksin.

Lihat juga: Muhammadiyah dukung transparansi pelaksanaan vaksinasi Covid-19

Namun, terkait vaksin ini, Anis mengatakan pemerintah sepertinya belum memiliki strategi yang komprehensif dalam hal penyediaan vaksin dan vaksin. Strategi vaksinasi.

“Dari bukti pembelian banyak obat Covid-19 yang tergesa-gesa di awal pandemi, kontroversi akibat pembelian vaksin Sinovac yang belum lolos uji klinis menyebabkan rendahnya kepercayaan publik terhadap pemerintah. Ketua Umum Partai Ekonomi dan Keuangan Partai Demokrat itu juga mengatakan, selain faktor vaksin, pemerintah juga harus menekankan pentingnya menjaga perekonomian agar bisa bertahan dan berkembang di tengah krisis.

“Oleh karena itu, efektivitas kebijakan ekonomi yang menjaga fleksibilitas kebijakan ekonomi dengan meningkatkan faktor permintaan menjadi sangat penting,” kata Anis. — Anis mencontohkan, faktor permintaan ini terkait dengan kebutuhan konsumsi rumah tangga, pengeluaran publik, dan kebutuhan investasi di berbagai sektor ekonomi. Ia menyimpulkan: “Oleh karena itu, peran peningkatan belanja APBN, belanja PEN, belanja BUMN, jalur kredit dan pembiayaan bank sangat penting.”