Laporan reporter Tribunnews.com Yanuar Riezqi Yovanda

Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Wajib Pajak yang ingin menerima layanan tatap muka langsung di kantor Departemen Perpajakan Umum (DJP) harus terlebih dahulu mengambil nomor tiket antrian dengan membuka tiket antrian https: //kunjung.pajak.go.id.

Direktur Konsultasi, Pelayanan, dan Humas DJP Hestu Yoga Saksama mengatakan, pengunjung hanya mengisi data-data tertentu, antara lain identitas, kantor tujuan, tanggal dan waktu kunjungan. Guna mengurangi risiko penyebaran Covid-19, wajib pajak juga wajib mengisi menu health assesment secara mandiri. Peraturan ini akan berlaku untuk seluruh Kanwil DJP dan KPP mulai 1 September 2020, ā€¯ujarnya, Jumat (28/8/2020). Selain itu, pengunjung dapat menentukan waktu kedatangan dan waktu kedatangan. Layanan yang dibutuhkan, antara lain kata Hestu, konter layanan terintegrasi, konsultasi pajak, konsultasi aplikasi, janji temu, dll., Wisatawan harus mencapai jadwal kunjungan yang disepakati dengan agen terjadwal sebelum memilih layanan kencan.

Baca: Ya Memperpanjang masa pajak preferensial sangat membantu Wajib Pajak dalam melaksanakan pelayanan tatap muka secara terbatas, tergantung kemampuan biro pajak, dan juga memperhatikan perjanjian kesehatan. – Oleh karena itu DJP menghimbau adanya pembayaran pajak Masyarakat menggunakan layanan yang disediakan secara online melalui www.pajak.go.id, antara lain layanan penyampaian surat pemberitahuan (SPT), telepon wajib pajak dan modifikasi nomor data email.

Baca: Netflix dan lainnya akan mulai bolak-balik menerapkan wajib pajak Peraturan hari ini-Selain itu, layanan verifikasi SSP disediakan untuk pengalihan hak atas tanah dan bangunan dan pendaftaran insentif pajak yang disediakan oleh pemerintah untuk membantu perekonomian masyarakat selama epidemi Covid-19 .- “Jika Anda masih tidak dapat memperoleh yang diperlukan secara online Wajib Pajak dapat menggunakan saluran lain, seperti email dan instant messaging melalui WhatsApp yang tersedia di setiap unit kerja dan dapat dilihat id / unitnya di https://www.pajak.go.id/ -kerja, “Hestu menyimpulkan.