Tassik Malaya TRIBUNNEWS.COM-Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Tasik Malaya Heru Saptaji mengatakan, pihaknya sedang bertukar informasi baru untuk masyarakat di beberapa wilayah kerja di Priangan Timur, Jawa Barat. Rp 75.000. Semoga bisa disesuaikan dengan kepentingan publik dengan wajah yang spesial, “kata Helu kepada wartawan di ruang kerjanya, Selasa (18/8/2020).

Helu menambahkan, penukaran mata uang di kantornya sudah menerapkan Covid-19. Perjanjian Sanitasi. -Baca: Shopee Membatalkan Rekening Penjual Yang Menjual Uang Rupiah Edisi Khusus ke Republik Indonesia Hingga Mencapai Puluhan Juta Dolar-Baca: Kisah Bocah Gorontalo Aditya Perpatih Digambarkan di Tiket Tron- –Namun, ada pembatasan komunitas setiap hari, dan mereka hanya bisa berdagang paling banyak 150 orang.

“Kami akan terus menjalankan aplikasi sesuai dengan perjanjian Covid-19 dan membatasi orang yang datang ke sini untuk menukar mata uang agar tidak ada keramaian”, tambah Heru. Tao .

Layanan penukaran untuk event ini akan berlangsung hingga 30 September 2020 .

“Sebelum masuk, kita harus cek dulu suhu tubuh, cuci tangan dan semprotkan hand sanitizer, dan wajib memakainya ke siapa saja Topeng orang yang mau tukar mata uang dengan kantor kami (BI) Tasikmalaya. Heru menambahkan.

Baru pecahan khusus kemerdekaan 75 tahun

Sebelumnya, penerbitan BI Pusat sebenarnya bertepatan dengan ulang tahun ke 75 penerbitan obligasi khusus di Indonesia, uang kertas 7500 rupiah seharga 75.000 rupiah dibatalkan. Sepuluh ribu koin .

Dana yang terdapat pada kategori PUK lebih banyak untuk fundraising daripada dana transaksi umum .

Deputi Gubernur BI Rosmaya Hadi mengatakan, latar belakang isu PUK Merupakan wujud rasa syukur yang telah mencapai usia merdeka 75 tahun.

Nama ini sekaligus menunjukkan hasil pembangunan yang diraih Indonesia dalam 75 tahun.

“Uang ini bukan hanya sebagai alat pembayaran, tetapi juga sebuah Rosmah Kata Rosmaya, Selasa (18 Agustus 2020).

— Artikel ini pernah tayang di Kompas.com dengan judul “BI Tasikmalaya Buka Penukaran Uang Rp 75.000. Setiap Hari Orang”