Wartawan Tribunnews.com melaporkan, Jakarta, TRIBUNNEWS.COM, Jakarta-PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) menyatakan, setelah tumbuh 2,97% pada kuartal I 2020, pertumbuhan ekonomi seharusnya tidak lagi menunjukkan pertumbuhan positif. -Ini disebabkan oleh virus corona atau pandemi Covid-19.

Baca: Ekonom India Mengatakan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2-3 Tahun Ke Depan Akan Sulit

Andry Asmoro, Kepala Ekonom Bank Mandili (Andry Asmoro) Konon, dari perspektif pertumbuhan 2, 97% yang dicapai merupakan penurunan tajam konsumsi swasta, turun menjadi 2,8%. Pada saat yang sama, dalam jangka menengah hingga pertengahan, diharapkan menjadi negatif 3,4%. “Kami masih memperkirakan. Setelah melihat kajian mendalam dari berbagai departemen pada Juni nanti, mungkin situasi kami bisa lebih dalam,” ujarnya dalam conference call, Jumat (3/7/2020). –Tapi, katanya, ada banyak katalisator. Ini bagus untuk perekonomian nasional, termasuk dampak pelanggaran PSBB, dengan tetap menjaga perjanjian kesehatan yang ketat.

“Ya, ini otomatis berdampak pada dimulainya banyak departemen di berbagai negara / wilayah. Saya sudah melakukan survei sendiri sejak PSBB dilonggarkan pada minggu terakhir bulan lalu. Pendapatannya tidak seperti pandemi Covid-19 Itu langsung meningkat seperti sebelumnya. Dari 15 transaksi menjadi 20 transaksi, dan mulai buka untuk makan malam di satu tempat – “Misalnya, kalau kita hanya melihat-lihat Jakarta, tidak apa-apa. Ia menyimpulkan: “Tempat parkir juga relatif penuh, artinya potensi PSBB setelah relaksasi lebih baik dari negara lain. “