Laporan wartawan Tribunnews Malvyandie Haryadi

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Pakar Hukum dan Kebijakan Migas Universitas Pajaharan, Ali Nasir menegaskan, reorganisasi Pertamina bukanlah spin-off company, bukan pula spin-off. perusahaan. Agar bekerja lebih baik dan bergerak lebih maksimal.

“Tidak ada pemisahan. Pertamina sudah membentuk sub atribut untuk fokus pada kegiatannya terutama hulu, hilir dan kilang. Agar lebih fokus dan cepat. Rasio kepemilikan sahamnya tetap Pertamina,” Saat ini masih menjadi negara pengekspor minyak di Jakarta Kata Ali, mantan penasihat hukum Organisasi (OPEC). Menurut Ali, dalam Pengumuman Nomor 40 tahun 2007 tentang perseroan terbatas, pada masa reorganisasi Pertamina, sebagaimana tercantum pada sub-klausul, seluruh aset dan kewajiban sub-kepemilikan BUMN tidak dipisahkan. : Telkom mendukung Pertamina untuk mendorong digitalisasi seluruh SPBU di Indonesia-definisi istilah “pemisahan bisnis” adalah perbuatan hukum perusahaan untuk memisahkan bisnis, sehingga mengakibatkan pengalihan seluruh aset dan kewajiban perusahaan kepada dua atau lebih Perusahaan, atau bagian dari aset perusahaan yang akan dialihkan ke satu atau lebih perusahaan sesuai dengan undang-undang. Pertamina Hulu menambahkan, Rokan telah mempercepat konversi data eksplorasi dan operasi – meski kepemilikannya tidak mencukupi, ia memiliki aset dan kewajiban sendiri, yang wajar saja, karena sebagai perusahaan baru tentunya harus memiliki aset. Selain itu, mereka harus memiliki buku yang harus dikelola.

Namun Ali menjelaskan bahwa intinya adalah aset dan kewajiban tidak dialihkan dari ibu. Selain itu, dalam laporan keuangan Pertamina sub akun akuntansi juga dimasukkan dalam laporan konsolidasi, ”jelas Ali. Karena secara teknis mobile masih terbelakang.

Dalam industri migas global, lanjut Ali , Penguatan seperti Pertamina biasa dilakukan. Ini termasuk Premier Oil di Inggris dan Exxon Mobil di AS. Ambil contoh Exxon Mobil, meskipun memiliki banyak anak perusahaan, semuanya milik satu perusahaan.

“Akun utama masih satu. Semua akuntansi anak perusahaannya dicatat di perusahaan induk masing-masing orang. Seperti Pertamina, ExxonMobil dan Premier hanya mengelola dan mengawasi anak perusahaannya. “Ada banyak perusahaan minyak seperti itu,” lanjut Ali. Bahkan, keuntungan yang diperoleh melalui anak perusahaan yang berpartisipasi juga akan dibayarkan kepada Pertamina sebagai induk perusahaan. Kemudian Pertamina menyetorkannya ke Kementerian Keuangan Umum.