Reporter Tribunnews.com Seno Tri Sulistiyono melaporkan-TRIBUNNEWS.COM, Jakarta-Panitia Keenam DPR dan Departemen BUMN sepakat untuk menyelamatkan PT Asuransi Jiwasraya (Persero) dan memberikan modal (PMN) senilai Rp dalam bentuk negara peserta. US $ 22 triliun

Wakil Ketua Komite Keenam, Aria Bima, mengatakan melalui dua APBN akan dilakukan suntikan bertahap sebesar Rp 22 triliun, yaitu 12 triliun pada 2021. Rupiah Indonesia dan 10 triliun rupiah pada tahun 2022. -Arya mengatakan saat dihubungi Tribun di Jakarta, Jumat (02/10/2020): “Pilihan ini juga merupakan bagian dari perusahaan asuransi Asia Tenggara yang kami harapkan memiliki saham terbesar.” -Masukkan 22 triliun rupiah PMN ke Indonesia Perhan (Pesero) atau BPUI, kemudian mendirikan anak perusahaan dengan nama IFG Life.

Baca: Pemerintah Akan Suntikkan Rp 22 Triliun ke Anggota Parlemen PKS Jiwasraya: Ini Tidak Adil-IFG Life Akan Mengemban Tugas Alihkan Reorganisasi Polis Asuransi Jiwasraya. Aria menjelaskan, ada dua solusi atas persoalan Jiwasraya, yakni bisa dilikuidasi atau diselamatkan.

Baca: Tersangka Tindak Pidana Korupsi Jwasraya Dituntut Tindak Pidana Pencucian Uang – Jika opsi likuidasi dipilih, kata aria, maka dampak dari pemegang polis adalah rencana tradisional dan tabungan akan dirugikan, dan tingkat kepercayaan keuangan BUMN menjadi Apakah negatif. Beberapa konten opsional, “kata Aria.