Jakarta-Rapat kelima Panitia DPR menilai, saat negara dilanda pandemi Covid-19, keputusan pemerintah untuk menunda pembangunan ibu kota negara di Kalimantan Timur itu wajar.

“Iya ini bagus, tentunya sangat bijak (ditunda).” Novita Wijayanti, anggota Komite Kelima DPR, mengumumkan, di Jakarta, Rabu (9/9/2020). -Menurut Novita, pemerintah harus fokus menangani pandemi ini. Covid-19 dibandingkan dengan rencana yang masih dalam tahap perencanaan.

Baca: PKS: Berhenti membeli tanah untuk pembangunan bendungan di ibu kota negara, dan masyarakatnya bermasalah-seperti masalah semula, ini baru rencana. Di sisi lain, Novita juga mengimbau pemerintah meningkatkan program padat karya guna mendorong pembangunan ekonomi nasional. Dalam pandemi tersebut.

Baca: Kritik PKS Chokovy: Dilatih oleh Administrasi Ibu Kota Negara Apa dasarnya?

“Katanya:” Di negara bagian ini, kebanyakan orang padat karya. Misalnya irigasi, bantuan perumahan otonom (BSPS) atau bantuan perumahan, waduk, dll. Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional / Bappenas Suharso Monoarfa mengatakan: “Membangun ibu kota baru di Provinsi Kalimantan Timur karena masih fokus menangani pandemi Covid-19. Di ruang rapat KK 1 DPR.