Laporan reporter Tribunnews.com Reynas Abdila

TRIBUNNEWS.COM-Tangerang Selatan merupakan salah satu kota satelit Jakarta. Seperti di daerah perkotaan lainnya, kemacetan dan banjir merupakan masalah yang serius. Untuk mengatasi masalah tersebut, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bersama Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) PT Bintaro Serpong Damai memulai tiga proyek pembangunan gerbang tol Pondok Aren-Jembatan Serpong. Serpong akan keluar dari pintu keluar jalur Pamulang, membangun sistem pengelolaan banjir KM 8, dan membangun lorong horizontal menuju Ramp Rawa Buntu di jalan tol Pondok Aren-Serpong.

Purwoto, Chairman dan CEO PT Bintaro Serpong Damai Pembangunan ketiga proyek tersebut akan mempercepat pembangunan ekonomi Tangerang bagian selatan Banten. Ia mengatakan: “Kata Purwoto pada acara peresmian.

“ Sebagai perusahaan jalan tol, kami siap mendukung pemerintah bahwa saya menerapkan penanganan banjir pada KM 8. Rahardian menegaskan, pihaknya akan mengintervensi dan mengawasi secara dekat pekerjaan ketiga proyek tersebut.

Menurutnya, tujuan kontrol dan pengawasan langsung adalah untuk memastikan kualitas konstruksi.

“Kita harus melakukan pengawasan langsung dan melaksanakan Intervensi. Banyak pihak mengeluhkan kualitas proyek infrastruktur, terutama pengguna jalan tol. “Bahkan badan usaha jalan tol (BUJT) sudah memiliki sistem dan kendali mutu,” kata Hedy.

Bina Marga juga akan bertanggung jawab untuk urusan keselamatan dan keamanan gedung. Kerja), angka kematiannya nol, dan kecelakaannya nol.