Yanuar Riezqi Yovanda, seorang reporter dari Tribunnews.com di Jakarta, melaporkan bahwa nilai tukar rupee terhadap dolar AS dapat naik ke level tertinggi pada Juni 1998 di Rp 16.850. Dukungan potensial adalah dalam Rp. 15.900

Ariston Tjendra, kepala Departemen Riset PT Monex Investindo Futures, mengatakan bahwa sentimen negatif pagi ini telah membayangi tren aset berisiko, dan rupee mungkin berada di bawah tekanan lagi.

“Beberapa aset ini, yaitu indeks berjangka AS, Australia, Nikkei dan indeks saham Kospi berkembang ke arah negatif, penglihatan beberapa orang Asia terhadap dolar AS melemah,” katanya di Jakarta, Senin (20/3/2020) .

Baca teks lengkap unduh insiden Mantu Buyar (Mantu Buyar) karena korona menyebabkan polisi dibubarkan di Banyumas

Ariston menjelaskan bahwa orang-orang telah menyebar ke coronavirus atau Covid-19 Intensifikasi dan kekhawatiran rencana stimulus pemerintah AS, senilai 1,3 triliun hingga 2 triliun dolar AS, belum mencapai kesepakatan dengan Senat AS.

Baca: Pejabat dari Biro Transportasi Aktif Provinsi Jawa Timur tentang Biro Corona punya cerita dengan Menteri Perhubungan

“Ini adalah penyebab emosi negatif. Selain itu, WHO melanjutkan,” katanya. Jumlah wabah korona di seluruh dunia telah meningkat, dengan lebih dari 294.000 kasus.

Baca: Peringatan, klorokuin adalah obat terapeutik dan tidak dapat mencegah korona. Da menambahkan bahwa pelaku pasar masih Menunggu paket stimulus pemerintah AS malam ini. Ariston mengatakan: “Jika konsensus tercapai, ini akan membantu memberikan perasaan positif kepada pasar keuangan karena langkah-langkah stimulus yang kuat. “