Wartawan Tribunnews.com Yanuar Riezqi Yovanda melaporkan-Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Bank Indonesia (BI) menyatakan telah meningkatkan quantitative easing (qe) sebesar Rp503,5 miliar dari sebelumnya Rp 583,5 miliar. Presiden BI Perry Warjiyo mengatakan peningkatan pelonggaran kuantitatif berarti BI terus melakukan pelanggaran likuiditas kepada perbankan. Ia mengatakan dalam conference call yang digelar di Jakarta, Kamis (28/5/2020). Karena itu, dalam serangan badai korona, Indonesia AirAsia mengangkat 873 pegawai. ‚ÄúVolume transaksi Mei 167,7 triliun rupee. SBN yang dibeli di pasar sekunder 16,2 triliun rupee, sehingga bank tersebut membeli kembali. Harganya Rp. Mei) dia / Rp 49,9 triliun, “ujarnya. 53 triliun ditambah Rp. 102 triliun dollar AS.

Baca: Perlu diingat hari Jumat adalah hari terakhir pajak cuci mobil DKI Jakarta

“Nah, ini kebijakan Bank Indonesia. Menurut kebijakan moneter, Bank Indonesia akan berada di pasar uang dan industri perbankan. Bank tidak bisa langsung memasuki dunia fisik.