Laporan Tribunnews.com Sanusi (Sanusi)-Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Ketua Pusat Investasi Pemerintah (PIP) Ririn Kadariyah mengatakan bahwa pemerintah telah mengambil berbagai langkah untuk melindungi kelompok ultra-mikro yang berada di bawah tekanan. UMi) akibat pandemi Covid-19.

“Dalam kondisi yang sulit saat ini, para pelaku UMI mutlak dibutuhkan. Mereka banyak jumlahnya. Mereka adalah pelopor kemandirian ekonomi.”

“Kami bangga dengan Ultra Mikro Indonesia karena industrinya Pelaku usaha terbukti tangguh dan mudah beradaptasi. Oleh karena itu produktivitas harus dijaga untuk menggerakkan roda perekonomian, ”ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu, 19 Agustus 2020. Pertama, penanganan pandemi Covid -19 yang cepat, tepat dan tegas, serta penerapan protokol hygiene yang ketat dalam kegiatan ekonomi.

Baca: Daya beli menurun, Indonesia mengalami inflasi terendah sejak tahun 2000

Kedua, keterlambatan pembayaran utang atau kredit menjaga likuiditas keuangan UMKM dan memberikan bantuan sosial; ketiga, keuangan dan fiskal Kebijakan struktural departemen dan insentif khusus yang dapat dimulai kembali setelah pandemi Covid-19.

Baca: 5 Ide Bisnis UMKM Pemula Membawa Banyak Manfaat Yang Memuaskan – Meski Merupakan Solusi Jangka Menengah dan Panjang; Namun Pertama-tama Siapkan UKM Menghadapi Trielle 4.0 Era Industri dan Melewati Elektronik Bisnis dan media sosial serta platform digital lainnya menggunakan dan membantu usaha kecil dan menengah dalam pemasaran digital. Tanggung jawab sosial dan lingkungan di era kutub.

Ketiga, pemerintah dan swasta berperan serta bersama untuk dapat memelihara dan mengembangkan ekosistem ekonomi termasuk UMKM.

Salah satu upaya yang dilakukan PIP sebagai layanan publik, perusahaan periklanan AS (BLU) yang mengalokasikan dana UMi, saat ini sedang melaksanakan strategi jangka pendek pemerintah berupa pelatihan literasi digital bagi pengusaha ultra mikro agar dapat masuk lebih banyak. Pasar besar.

Dengan mengubah dunia bisnis utama di bidang digital, ini merupakan bentuk adaptasi dengan kebiasaan baru perusahaan ultra-mikro Indonesia. Ini yang menjadi fokus PIP, karena jika pengusaha mikro tidak bisa beradaptasi dengan kondisi saat ini, maka kemampuannya untuk berkembang juga akan terhambat.

PIP tidak dapat dipungkiri.Peserta usaha ultra mikro akan menemui banyak kendala saat bertransisi. Pemasaran produk digital. Oleh karena itu, PIP menyediakan program pelatihan dan pendampingan “UMi Siap Online”, yang merupakan peningkatan metode pemasaran online bagi para pelaku bisnis UMI, mulai dari pengelolaan media sosial, kontak pasar hingga Design Packing.