Reporter Tribunnews.com Jakarta Gita Irawan (Gita Irawan) report-Jakarta TRIBUNNEWS.COM -Lima perusahaan industri pertahanan milik negara atau BUMN (India), yakni PT Len Industri, PT Dirgantara Indonesia (PT DI ), PT PAL, PT Pindad dan PT Dahan berencana mendirikan perusahaan induk.

Induk perusahaan nantinya akan dipimpin oleh PT Len Industri.

Managing Director PT Len Industri (Zakky Gamal Yasin) menjelaskan bahwa holding merupakan jawaban atas tantangan yang dihadapi Presiden Joko Widodo dalam kemerdekaan India. — Baca: Misumi Siapkan Katalog Elektronik untuk Memenuhi Kebutuhan Komponen Industri-Zakky mengatakan visi perusahaan induknya adalah menjadi kawasan industri pertahanan yang kuat, maju, mandiri, berdaya saing, dan terdepan di Asia. — Zakky mengutarakan hal tersebut dalam diskusi virtual yang diselenggarakan oleh Jakarta National Defense Research (JDS) tentang “Tantangan Perang Generasi Keenam Menuju Kemandirian Industri Pertahanan” yang diadakan di Jakarta, Rabu (26/8/2020). — “LEN adalah klaster industri unggulan. Untuk bela BUMN ada PT DI, PT Pindad, PT PAL dan PT Dahana. Saat ini kami sedang menjadi portfolio perusahaan,” kata Zakky. Kekuatannya setinggi 100%. Zakki mengatakan: “Dan kontribusi komponen lokal dalam negeri sudah mencapai 50%.” Zakki mengungkapkan ada empat langkah yang menjadi dasar untuk ikut serta dalam pengembangan industri BUMN. , Mengkoordinasikan dan mengkoordinasikan komitmen BUMN, pemerintah dan pengguna.

Kedua, untuk memastikan keuntungan keselamatan dengan membangun keterampilan.

Ketiga, menjadi sinergi antar BUMN, dengan memperkuat sinergi antar BUMN untuk mendorong keunggulan bisnis dan strategi bisnis ke depan.

“Kemudian mengintegrasikan supply chain dengan ekosistem dan industri. Tentunya BUMN tidak bisa bekerja sendiri. Zakky mengatakan kita harus memanfaatkan semua ekosistem yang ada di Indonesia, termasuk BUMS, untuk membangun ekosistem ini.”