Reporter Tribunnews melaporkan Yanuar Riezqi-Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Economic and Financial Development Institute (Indef) menyatakan bahwa dampak pandemi corona atau Covid-19 tidak hanya berdampak pada supply and demand. Dampak yang mengejutkan, tetapi juga menimbulkan krisis masyarakat, karena sebagian masyarakat mengalami penurunan pendapatan.

Esther Sri Astuti, Ekonom dan Project Director Indiaf Jakarta, mengatakan terutama mereka yang bekerja di sektor informal yakin tidak akan meninggalkan rumah, sehingga tidak bisa menghasilkan uang untuk mengkonsumsi barang. Berhubung jumlah orang yang terkena pandemi Covid-19 sudah mencapai 3 juta pegawai, potret para pegawai pun ikut sedih. Ia mengatakan dalam telekonferensi, Jumat (12/6/2020): “Terkena Covid-19. Geprek Bensu

Ia menjelaskan dampaknya akan bervariasi karena PHK, sehingga terjadi pemecatan. Pengurangan Penghasilan (PHK).

“Kalau biasanya gaji dikurangi 50%, dia hanya akan mendapat 50% dari gaji pokok. Lalu, sebagian besar karyawan juga memecat karyawannya, “kata Esther.

Baca: Kisah Awal Jordi dan Ruben Onsu Bergabung dengan Perusahaan Saya Geprek Bensu

Menurutnya, hal ini terjadi karena perusahaan tidak berproduksi. Nah, penghasilan sudah turun, pungkasnya.