Laporan Reporter Tribunnews.com Hari Darmawan

Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Indonesia resmi memimpin Travel Corridor Agreement (TCA) dengan Singapura, Reciprocal Green Channel (RGL) .

, masyarakat Indonesia bisa mengobati Singapura Untuk melakukan perjalanan bisnis, diplomatik dan dinas.

TCA Indonesia-Singapura akan berlaku pada 26 Oktober 2020. Aturan tersebut tidak mengizinkan perjalanan atau kunjungan reguler. Waktu penerbangan antara Indonesia dengan negara / kawasan lain sama dengan TCA Singapura.

Transportasi warga hanya berlaku untuk perjalanan bisnis dasar atau perjalanan bisnis penting dan perjalanan diplomatik dan dinas darurat. TCA tidak berlaku untuk perjalanan biasa selama pandemi ini.

Terkait redistribusi perjalanan dari Indonesia ke Singapura, maskapai Lion Air Group masih melakukan riset terkait rencana tersebut. Buka kembali rute.

Danang Mandala Prihantoro, Departemen Komunikasi Strategis Lion Air Group, menyatakan pihaknya masih mengkaji perkembangan terkait keberadaan RGL tersebut. Danang usai konfirmasi, Selasa (13/10/2020), mengatakan: “Dari Indonesia ke Singapura, dan sebaliknya.”

Sebelumnya, Muhammad Awaluddin, Direktur Utama PT Angkasa Pura II (Persero), menyatakan Bandara Soekarno-Hatta Pihaknya siap mendukung kelancaran implementasi RGL di Indonesia dan Singapura.

Menurut Awaluddin, kemungkinan hanya ada dua pintu masuk dan keluaran terkait program RGL di Indonesia, salah satunya Bandara Soekarno-Hatta Awaluddin dalam jumpa pers: “Melalui RGL, Indonesia dan Singapura telah menciptakan koridor perjalanan yang aman selama pandemi, yang akan berdampak baik pada hubungan udara kedua negara. ”Sabtu (10/10/2020). -Awaluddin juga menyampaikan bahwa Bandara Soekarno-Hatta pasti akan melakukan segala persiapan agar implementasi RGL dapat berjalan dengan lancar. Tujuan utama Bandara Soekarno-Hatta adalah memastikan implementasi perjanjian sanitasi yang ketat, ”kata Awaluddin.