Reporter Tribunnews.com Yanuar Riezqi Yovanda report-Jakarta TRIBUNNEWS.COM-PT Mandiri Sekuritas mengatakan investor perorangan atau investor ritel dapat berperan penting dalam menjaga stabilitas dan membantu mendorong perkembangan pasar modal Indonesia. Akibat dampak pandemi Covid-19 ini merupakan bagian dari upaya pemulihan perekonomian nasional. Oleh karena itu, partisipasi investor ritel perlu ditingkatkan dengan menyelenggarakan rangkaian program investasi dan edukasi di pasar keuangan.

Theodora VN Manik, Direktur Mandiri Sekuritas, mengatakan pihaknya sedang meningkatkan kualitas investor ritel melalui MOST Carnival berupa rangkaian kegiatan memperkenalkan produk investasi di pasar keuangan dan memberikan edukasi kepada nasabah dan masyarakat. “Pelatihan ini bisa memperluas wawasan Anda. Terkait investasi di pasar keuangan, setiap investor harus meningkatkan peluang pengelolaan investasi, katanya, Kamis (13 Agustus 2020).” Baca: Indikator pasar modal sebagian besar mengarah ke kawasan positif

Menurut Thaodora, investor ritel, terutama di pandemi seperti saat ini, memiliki peran penting dalam mendukung pertumbuhan pasar modal Indonesia.

Kemudahan akses termasuk pengetahuan dan keterampilan investasi, layanan digital, dan investasi melalui perusahaan sekuritas tepercaya telah berkontribusi pada peningkatan jumlah investor ritel Indonesia ini.

Baca: Pandemi Covid-19 mengubah paradigma investor tentang strategi penggalangan dana

“Dalam pandemi ini, kita juga melihat minat masyarakat untuk berinvestasi, terutama pembentukan dana darurat. Oleh karena itu, kami memberikan lebih banyak kesempatan kepada masyarakat untuk belajar lebih banyak lagi tentang berinvestasi di pasar modal. ”“ Pada saat yang sama, Otoritas Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mencatatkan investasi yang cukup besar di pasar modal pada Juli 2020. Pada periode yang sama tahun lalu akan mencapai 3 juta atau meningkat 22%. Sedangkan pada Juli 2020, nilai transaksi saham Bursa Efek Indonesia (BEI) akan mencapai 2.198 miliar rupiah, nilai aset kelolaan (AUM) reksa dana. 503 triliun rupiah.