Reporter Tribunnews.com melaporkan bahwa Reynas Abdila-TRIBUNNEWS.COM, Menteri Koperasi dan Profesor UKM Jakarta Rully Indrawan mengatakan, OJK telah melakukan standarisasi 35 permohonan dari Koperasi Simpan Pinjam (KSP) setelah dilakukan peninjauan menyeluruh terhadap 50 permohonan. Setelah ada permohonan KSP yang diduga memberikan pinjaman online secara ilegal, tim Waspada Investasi melakukan penyelidikan. “Tidak sesuai dengan karakteristik dan prinsip koperasi,” kata Profesor Rully. Ponsel Oppo, dari dompet terjangkau hingga ponsel high-end,

“Untuk partner lain ya masih dalam peninjauan. Jika terbukti tidak melakukan aktivitas pinjaman online untuk non-member, maka hasilnya akan distandarisasi. “profesor. Aturan ditambahkan. Investasi (SWI) OJK menemukan 50 permohonan pinjaman online ilegal dari Koperasi Simpan Pinjam (KSP).

Cara yang dilakukan 50 koperasi ini tidak sesuai dengan prinsip koperasi. Mengkritik pernyataan Menteri Airlangga: Komunitas menjadi fokus artikel kebijakan. .- — Ketua Pokja Waspada Investasi Tongam L. Tobing mengatakan, penegakan hukum secara ilegal melalui koperasi simpan pinjam dimaksudkan untuk mengelabui masyarakat, seolah pemberian pinjaman sudah mendapat legitimasi kementerian koperasi. (Kemenkop).

Kementerian Koperasi dan UKM sepakat bahwa KSP tidak boleh berbisnis dengan aplikasi pinjol, karena aplikasi tersebut tersedia untuk umum yang bukan anggota atau calon anggota KSP dan melanggar aturan koperasi. Tongam (Tongam) Demikian di enam radio resmi (23/5/2020).

Baca: Anies Minta Penduduk yang Pulang Jangan Kembali ke Jakarta Untuk Saat Ini Makanya-SWI dan Kemenkop sepakat menindaklanjuti penyelesaian masalah ini dengan meminta Kementerian Komunikasi dan Informatika menutup 50 pengajuan pinjaman KSP.