Laporan reporter Tribunnews.com Glary Lazuardi-Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Selama pandemi Coronavirus (Covid-19) 2019, penggunaan transaksi online di masyarakat semakin berkembang. Direktur Jaringan Bank Mandiri Aquarius Rudiyanto mengatakan, rencana pengembangan bank digital merupakan bentuk dukungan komersial untuk rencana pemulihan ekonomi nasional dan daerah. — “Kondisi khusus akibat pandemi ini memaksa semua industri untuk berinovasi dalam bisnisnya. Proses survival”, ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (15/9/2020).

Baca: Selama PSBB, volume transaksi online yang dicatat oleh Bank DBS Indonesia meningkat 75%

Untuk itu, pihaknya mengembangkan layanan digital banking yang tidak hanya mendukung kegiatan bisnis, tetapi juga mendukung inovasi peserta. Permintaan-Alhasil, hingga Juli 2020, Bank Mandiri telah mendaftarkan 4,7 juta pengguna terdaftar dan saluran elektronik. Terintegrasi dengan sistem pembayaran digital Bank Mandiri, dengan total volume transaksi 114,4 juta senilai Rp 129,6 triliun.

Bank Mandiri terus perkuat produk dan layanan digital banking. Dengan visi Bank Mandiri menjadi mitra keuangan pilihan masyarakat Indonesia.

Bank Mandiri bertransformasi menjadi bank digital modern terbaik yang dapat memberikan solusi perbankan digital yang andal dan sederhana untuk berbagai kebutuhan nasabah.

“Katanya:” Dalam melaksanakan rencana ini pasti akan mengacu pada kearifan lokal untuk mendukung potensi pengembangan industri masing-masing daerah. “Batasi anggaran