Wartawan Tribunnews.com Yanuar Riezqi Yovanda melaporkan Franky Chandra, co-founder dan chief investment officer Tribunnews.com-FUNDtastic, Jakarta, mengatakan kebutuhan dana darurat yang ideal adalah biaya pokok enam bulan. Namun, jika Anda tidak memiliki dana ideal saat mendekati resesi, Anda tidak perlu terburu-buru untuk memenuhi kebutuhan ini.

Jika tidak ada dana darurat, Frankie menyarankan untuk tidak terburu-buru menanggapi keadaan darurat. Kebutuhan dana, tetapi dapat diatur sesuai dengan status keuangan pribadi (dalam 1 hingga 5 tahun).

Bacaan: Mengembangkan rencana keuangan yang matang penting untuk mengatasi resesi

Bacaan: Menuju gaji memperluas inklusi keuangan melalui dompet digital

“Misalnya, jika basis pengeluaran bulanan Anda adalah 2000 Jutaan Rp, dana darurat yang dibutuhkan Rp 120 juta.

Namun, dana darurat ini bisa dikumpulkan selama 5 tahun atau Rp 2 juta per bulan, ”ujarnya, Senin (12 Desember 2020). Mengatakan dalam pernyataan tertulis.

Dengan cara ini dianggap dapat memenuhi kebutuhan rencana lain, seperti biaya sekolah bulanan sebesar 2 juta rupiah untuk anak-anak, persyaratan pensiun bulanan sebesar 1,5 juta rupiah, dan lain-lain seperti tabungan

– -Selain pengeluaran bulanan, jaminan kesehatan, BPJS dan keperluan perencanaan keuangan lainnya, jika masih ada dana yang belum terpakai, sebaiknya lindungi mereka dengan asuransi jiwa atau asuransi pendidikan sesuai dengan tujuan keuangan yang dikejar.

Baca: Kementerian Keuangan telah mengeluarkan peraturan baru untuk mendapatkan pinjaman dari luar negeri – oleh karena itu, Franky menilai kondisi kehidupan cukup aman dan tujuan dapat tercapai sesuai dengan jadwal yang direncanakan. Untuk menghemat dana darurat dan melaksanakan rencana keuangan, kita dapat mempertimbangkan beberapa produk investasi, termasuk reksa dana pasar uang, hutang, saham, dan logam mulia.

“Semua produk investasi ini dapat digunakan dalam satu platform, yaitu FUNDtastic, platform perdagangan untuk pengelola keuangan dan perencana keuangan di Indonesia.

Bagi yang masih memiliki akses penuh selama pandemi Covid-19 Masyarakat yang berpenghasilan rendah harus lebih bijak dalam mengelola keuangan, terutama di saat krisis, ”tutup Frankie.