Reporter Tribunnews.com melaporkan bahwa Reynas Abdila-Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Kementerian Perhubungan menerbitkan Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 41 Tahun 2020, tentang Permenhub Nomor 18 Tahun 2020 Perubahan Peraturan No. untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Permenhub 41/2020 ditetapkan oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi pada 8 Juni 2020.

“Kementerian Perhubungan sudah mengeluarkan peraturan tentang pengendalian transportasi (Permenhub 41/2020), kata Menteri Perhubungan pada Selasa (9/6/2020), dokumen Permenhub 18/2020.

Permenhub Revisi Dokumen 18/2020 terkait dengan batasan jumlah penumpang kursi yang semula tercantum dalam Permenhub 18/2020 paling banyak 50%, dan Permennub 41/2020 tetap akan diawasi oleh Menteri Perhubungan melalui surat edaran.

Baca: Jabodetabek Tujuh terminal bus di China kembali menjadi armada AKAP dan AKDP – “Misalnya, di transportasi udara, dengan implementasi kesepakatan yang sehat, batas jumlah penumpang hingga 70% dari total kapasitas tempat duduk. Kesepakatan Kesehatan-Baca: Bank Mandiri berharap jika pandemi Covid-19 berakhir sulit meningkatkan tekanan di tiga wilayah ini-Menhub menjelaskan, dibukanya kembali sejumlah kegiatan ekonomi akan menambah jumlah penduduk. Kegiatan yang melakukan perjalanan melalui transportasi berdampak. Dikatakannya, Permenhub 41/2020 menyempurnakan pengendalian transportasi Permenhub 18/2020 untuk mencegah penyebaran Covid-19, dan tujuannya untuk mendukung kebijakan larangan masuk.

Baca: Analis : Penguatan rupiah hanya bersifat sementara- “Pengendalian transportasi yang kita khawatirkan fokus pada kesehatan, karena kita mengupayakan penyediaan transportasi agar baik agen transportasi maupun penumpang dapat meningkatkan efisiensi produksi, namun tetap seperti presiden Covid-19 Sejauh ini penyebaran Covid-19. Budi, Menteri Perhubungan Republik Indonesia menjelaskan. Meliputi pengelolaan angkutan darat, termasuk kendaraan pribadi dan angkutan umum (seperti mobil pribadi, bus, sungai pedalaman, danau dan angkutan penyeberangan), angkutan laut, udara dan kereta api. Untuk penumpang sarana transportasi akan diatur lebih lanjut dalam surat edaran, dan mungkin akan disesuaikan kedepannya, ”kata Menhub.