Reporter Tribunnews.com Malvyandie Haryadi melaporkan-Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Pandemi Covid-19 telah melanda perekonomian global. Pariwisata adalah salah satu industri yang terkena dampak paling parah. .

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio kembali menyatakan akibat virus corona, industri pariwisata Indonesia merugi sebesar Rp 38,2 triliun.

Selengkapnya: Tiga kesalahan besar yang dilakukan wisatawan saat berkunjung ke taman nasional – penurunan dan penurunan wisatawan terjadi di Bali, Bandung, Padang, Aceh, Semarang, Kalimantan dan kota-kota besar lainnya.

Baca: Resor wisata Lembah Pelangi di Bogor mengajak wisatawan untuk menyaksikan pelangi dari dekat – tidak seperti kota-kota ini, jumlah wisatawan di Batam di luar dugaan meningkat pesat.

Berdasarkan data Kota Batam, Badan Pusat Statistik (BPS) melakukan 1.798 kunjungan ke Kota Bandamadani pada Mei 2020. Ini berarti terjadi peningkatan sebesar 58,59%.

Baca: Biro Wisata Alam Danau Situ Cisanti Bandung

Tentu saja angka ini cukup mengesankan dalam konteks penurunan pariwisata global. -Salah satu calon Wali Kota Batam yang potensial, Haris Lambey (Haris Lambey) mengatakan, untuk menjaga situasi pariwisata di Batam yang baik perlu perhatian dan dukungan khusus.

Anggota aktif Biro Penahanan dan Pembuktian (Dittahti) pernah bertugas di Polres Polda Kepri Kepri di Ditpolairud dan menyiapkan rencana khusus selama 7 tahun untuk menggairahkan pariwisata di negeri ini.

“Selain memberikan pekerjaan dan pendidikan gratis, kita juga bisa memajukan pariwisata di Batam dengan membangun kesehatan. Harris mengatakan dalam pernyataannya:“ Selama ini kita tahu seniman, PNS, kalau sakit, Anda bisa pergi ke sana untuk perawatan. Rencananya, Batam akan memiliki rumah sakit yang mirip dengan kebun buah Rumah Sakit Mount Elizabeth. (7/8/2020) .

Haris menambahkan, keinginan ini untuk mengantarkan wisatawan lokal asal Malaysia yang pernah ke Orchard Singapura dan Batam di Malaysia. Lalu lintas. – Ia optimis dengan keberhasilan program ini. Wakil Kapolri (AKP) program ini meyakini Batam adalah kota idaman untuk program “wisata kesehatan”.

“Insya Allah saya percaya Batam Potensi pulau untuk wisata kesehatan. Tentunya selain membangun infrastruktur rumah sakit dengan fasilitas kesehatan yang mumpuni, kita juga akan mencari sumber daya manusia terbaik untuk para dokter terbaik di Asia Tenggara (dokter terbaik di Indonesia dan dokter di Singapura dan Malaysia). . Tentunya kualitas pelayanan kesehatan ini harus terjamin. “