Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Sandiaga Salahudin Uno mencontohkan, usaha kecil dan menengah (UMKM) di Tanah Air terkena dampak wabah virus corona.

Sandiaga mengatakan, pandemi korona merupakan salah satu krisis yang harus dihadapi pelaku perdagangan, termasuk usaha kecil dan menengah, untuk menyelamatkan muka. — Sandiaga meyakini bahwa kerugian merupakan salah satu hal yang tidak dapat dihindari oleh para pelaku ekonomi saat terjadi pandemi global. – Ia juga menghimbau para pelaku UMKM untuk tetap semangat dan menjadikan krisis ini sebagai motor penggerak pengembangan diri. Sandy mengatakan dalam webinar bersama Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Provinsi Riau, Selasa (22/9/2020), “Kewirausahaan bermula dari berbagai upaya dan dapat menahan berbagai tekanan serta beradaptasi dengan berbagai kondisi. Baca: Banpres Produksi Nilai UMKM Sehat Saat Pandemi

Sandiaga mengatakan jika perawat dan tenaga medis menjadi pahlawan dalam pandemi saat ini, maka peserta UMKM bisa menjadi pahlawan, Mereka akan menghidupkan kembali perekonomian. Tekankan bahwa selama virus corona atau pandemi Covid-19, usaha kecil dan menengah menjadi sektor yang paling terdampak. Oleh karena itu, tujuan utama penyelamatan ekonomi haruslah usaha kecil dan menengah (UMKM). Sebab, hal ini menunjukkan tekanan besar pada ekonomi kerakyatan. Uang tunai melalui Bantuan Langsung Tunai (BLT) harus segera didistribusikan, yang akan mempercepat pemulihan dari guncangan Covid-19: “Karena begitu orang menerima uang tunai, itu akan mendorong konsumsi mereka dan mempengaruhi UMKM.” Usaha kecil dan menengah. Harus bisa beradaptasi dengan keadaan saat ini, karena dalam tiga bulan ke depan diperkirakan dampak penyebaran virus corona ke sektor tersebut masih akan terasa.Oleh karena itu, program pinjaman pemerintah daerah dengan suku bunga 0% merupakan langkah yang tepat. Katakan, mulai Rp. 11.5 Dana yang dialokasikan oleh T dapat menggantikan sektor fisik melalui program keamanan pangan, keamanan kesehatan dan pencegahan bencana.

Kamrussamad mengenang, dana tersebut harus dibarengi dengan suku bunga rendah, hingga 6%, yang mempermudah metode dan persyaratan penyaluran, serta tidak hanya dapat menarik nasabah lama, tetapi juga menarik minat pelaku usaha UMKM dan pelaku usaha baru. “Menurut PMK 85, margin Askrindo dan Jamkrindo serta dividen bunga / margin harus bisa menghidupkan kembali industri fisik,” ujarnya.