JAKARTA TRIBUNNEWS.COM-Pembatasan sosial skala besar (PSBB) Jakarta kembali dilonggarkan dalam dua pekan ke depan, sehingga ibu kota memulihkan status transisi PSBB. – Situasi sebelumnya meningkat lagi.

Tol jalan bisa ditingkatkan lagi, dan layanan transportasi dan katering bisa ditingkatkan.

Jika daya beli meningkat lagi karena pelonggaran, sektor perbankan dan komersial juga secara tidak langsung dapat meningkat. Menurut laporan Kontan tentang “Selain kepemilikan, Soekarno, akibat pelonggaran PSBB di Jakarta, saham-saham ini bisa menghirup angin segar”

Selain sentimen positif pelonggaran PSBB, tindakan tersebut umumnya terkait dengan hukum hak cipta yang komprehensif. Legalisasi juga mendorongnya. Kemarin mungkin menjadi ancaman kasus baru. Hal ini dapat mendorong pengetatan PSBB lebih lanjut dan sekali lagi menyebabkan saham melemah dan menjadi lebih volatile.

Oleh karena itu, Sukarno merekomendasikan untuk memperhatikan tren jangka pendek sambil fokus pada pengembangan lebih lanjut. Investor atau trader dapat menggunakan teknologi ini untuk menjual saat overbought dan membeli kembali saat oversold.

Untuk saham yang saat ini direkomendasikan oleh Soekarno, target harga PT Jasa Marga Tbk (JSMR) adalah Rp4.440, target harga PT Blue Bird Tbk (BIRD) Rp1040, dan target harga PT Pakuwon Jati (PWON) adalah Rp Target harga 470 dan PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) Rp690.

Selain itu, Soekarno juga merekomendasikan target harga PT Ciputra Development Target (CTRA) Rp 800, target harga Pasar Sasaran PT Bumi Serpong Damai (BSDE) Rp 900, dan PT Bank Nasional Indonesia (BBRI) Target harga PT Mandiri Tbk (BMRI) Rp 3460, target harga PT Mandiri Tbk (BMRI) Rp 6.000, dan target harga PT Bank Indonesia (BBNI) Rp 5.050. PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) memiliki target harga Rs 1.410.

“Prospeknya bagus untuk masa depan. Kami pikir kebanyakan orang adalah kami.,” Jelasnya.