Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Bank terbesar Indonesia PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) dan perusahaan asuransi terkemuka Asia FWD Group (FWD) hari ini mengumumkan rencana kerjasama strategis di bidang asuransi jiwa. -Sebagai bagian dari proses kerjasama, FWD menandatangani perjanjian pemesanan saham bersyarat untuk menyuntikkan modal berupa penerbitan saham baru kepada anak perusahaan BRI, PT Asuransi BRI Life (BRI Life).

Transaksi masih menunggu persetujuan regulator dan pemangku kepentingan terkait lainnya.

“Transaksi ini menunjukkan bahwa Indonesia masih menarik bagi investor asing. Kami sangat senang dapat bekerjasama dengan FWD, salah satu perusahaan asuransi terkemuka di Asia. FWD akan menyuntikkan modal ke BRI Life, namun BRI tetap akan tetap direksi BRI Sunarso mengatakan, BRI Life merupakan pemegang saham utama BRI Life. Setelah proses transaksi selesai, BRI dan BRI Life akan menandatangani perjanjian kerjasama selama 15 tahun untuk mengembangkan “bisnis asuransi jiwa” yang terbuka untuk semua pihak termasuk nasabah dan stakeholders lainnya. Memberikan dampak positif.

BRI sendiri akan memperkuat rekomendasinya untuk memberikan nilai bagi nasabah.

Selanjutnya BRI Life akan mendapatkan keuntungan dari larangan yang ditetapkan perusahaan asuransi-FWD, sehingga membantu BRI Life dalam memperkaya pengembangan produknya, Distribusi, penjaminan emisi, manajemen risiko, operasi dan teknologi digital.

Bagi FWD, kerjasama ini merupakan peluang yang sangat baik untuk meningkatkan eksistensi dan komitmennya di pasar pasar Indonesia dan memperkuat bidang bancassurance. Status perusahaan terdepan.

Asuransi merupakan bagian penting dari seluruh bisnis BRI. BRI berharap BRI Life dapat menjadi pemain utama di industri asuransi jiwa Indonesia.

“Kami percaya dengan keahlian dan rekam jejak BRI Life Harmony FWD didukung oleh basis pelanggan yang ada dan semangat untuk berkembang, yang merupakan mitra ideal untuk mewujudkan impian ini. Posisi pemimpin pasar BRI di pasar mikro dan konsumen didukung oleh berbagai jaringan dan teknologi digital. Kami berharap kerjasama ini dapat menciptakan nilai jangka panjang bagi nasabah dan pemangku kepentingan, “jelas Sunarso. -Untuk membantu penyelesaian transaksi ini, Bank for International Settlements menunjuk Morgan Stanley sebagai penasihat keuangannya, Hardiputranto Hardy Noto (Hadiputranto Hadinoto) sebagai penasehat hukum, dan rekannya adalah Pinnacle sebagai penasehat aktuaria. (*)