TRIBUNNEWS.COM-Jumat lalu (9/10/2020), nilai tukar rupee terhadap dolar AS di pasar spot dibuka menjadi Rp 14.665 / dolar AS. -Menurut data Bloomberg, posisi rupiah lebih tinggi 0,31% dari harga penutupan Kamis (10 Agustus 2020) atau Rp14.710 per dolar. ) Bhima Yudhistira Adhinegara memprediksi pergerakan rupee akan sedikit melemah. Dalam kisaran Rp. 14.690-Rp. USD 14.750 / USD.

“Faktor ini disebabkan oleh sentimen negatif investor asing, sehingga masyarakat mencermati perselisihan tentang undang-undang yang komprehensif, yang menyebabkan mogok produksi di berbagai industri.” 10 Agustus 2020) .

Bhima mengungkapkan, perselisihan yang terjadi saat ini menyebabkan investor asing menjual atau menjual uang hingga Rp 8 triliun pada pekan lalu, selain itu investor asing juga memberikan perhatian khusus terhadap hak-hak pekerja. Artikel terkait hak dan lingkungan dalam hukum yang komprehensif.

Di sisi lain, penurunan nilai tukar rupee didukung oleh penurunan 0,21% indeks dolar AS pekan lalu menjadi 93,6. Menurut Kontan.co.id, sebelum pukul 09.00, seluruh mata uang Asia berada di zona hijau di Bank Dunia (WIB). Dolar Taiwan Baru memimpin penurunan dolar AS setelah naik 0,73%. Won Korea diikuti oleh apresiasi 0,35% terhadap dolar AS.