JAKARTA TRIBUNNEWS.COM-Selaku Menteri Energi dan Mineral, Perpres Nomor 89/2020 tentang Pengguna Gas Bumi dan Harga di Sektor Industri, serta Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral tentang bentuk pelaksanaan Perpres Nomor 91.K / 2020, PGN menandatangani Pembangkit Listrik (factory gate) ) Harga gas bumi (Rabu tahap kedua dari kesepakatan SKK Migas pada 3 Juni 2020).

Dalam agenda ini juga hadir Kepala SKK Migas, Menteri ESDM, perwakilan KKKS dan perwakilan pembeli Arifin Tasrif.

Baca: PGN Jakarta Cepat Tanggapi Kebakaran di RT Jargas Klender Reaksi

PGN Group, termasuk Pertamina Gas (Pertagas) dan Pertagas Niaga (PTGN), sebagai salah satu anak perusahaan gas bumi, adalah pembeli yang telah menandatangani perjanjian dengan PT Pertamina Hulu Energi (PHE), PT Pertamina Hulu Energi (PHE) bertindak sebagai penjual 4 kontrak, yaitu:

1. LOA wilayah kerja Ogan Komering, menurut Kepmen 89.K volumenya 1,43 – 1,44 MMSCFD untuk industri di Sumatera Selatan. Harga tersebut disesuaikan dari harga awal 8,27 USD / MMBTU di hulu menjadi 4,62 USD / MMBTU.

2. LOA di kawasan Jambi Merang, sesuai Permen ESDM 91.K / 2020 dan 35 Sumber Daya Mineral BBTUD, digunakan di sektor kelistrikan di Jawa Barat dan Batam. Harga gas bumi hulu disesuaikan menjadi US $ 4,00-4,06 / MMBTU.

3. Perjanjian Industri dan Ketenagalistrikan untuk wilayah kerja bagian utara di Sumatera bagian utara, Aceh dan LOA di bagian utara Sumatera. Volume yang didistribusikan di bawah Menteri ESDM 89.K / 2020 adalah 8,5 BBTUD. Harga penyesuaian hulu naik dari harga awal US $ 6,25 / MMBTU menjadi US $ 4-4,5 / MMBTU .

Baca: PGN siap menjalankan situasi normal baru pengelolaan gas bumi –4. Wilayah operasi lepas pantai Madura Barat digunakan untuk sektor industri Jawa Timur sesuai dengan peraturan Kepmen 89.K / 20 BBTUD. Pada Desember 2021, harga gas alam hulu yang disesuaikan adalah $ 5,33 per MMBTU. Selain itu, hingga 31 Desember 2022, harga gas bumi hulu yang disesuaikan adalah USD 4,5 per MMBTU. Selain penandatanganan LOA dengan PT PHE, PGN Group juga menandatangani LOA dengan PT Pertamina EP melalui PT Pertagas. Produksi lapangan gas Pondok Tengah, Tambun dan Pondok Makmur sebesar 0,9 BBTUD, dan harga gas bumi hulu 4,5 USD / MMBTU, sedangkan harga aslinya 7,17 USD / MMBTU. Periode penyesuaian harga gas bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral adalah 89K / 2020. Jika Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral memutuskan sebaliknya, jangka waktu penyesuaian harga gas bumi dapat diperpanjang. Peserta komersial perantara yang mendistribusikan gas bumi dari hulu minyak dan gas bumi ke industri pengguna gas bumi telah menandatangani perjanjian LOA yang menunjukkan bahwa kami telah membeli dengan harga gas bumi yang lebih rendah yang ditentukan dalam Permen ESDM, sehingga harga gas bumi di industri adalah $ 6 per MMBTU. Menurutnya, penurunan harga jual kepada industri pengguna gas akan berdampak positif bagi peningkatan daya saing industri dalam negeri. Suko Hartono, Direktur Utama PGN, mengatakan ini adalah perwakilan pembeli.

Baca: Pertamina dukung industri dalam negeri dan tandatangani kontrak penjualan gas 318 BBTUD