Reporter Tribunnews.com Hari Darmawan melaporkan-Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah meningkatkan kapasitas penumpang pesawat konvensional hingga 70%. Tercatat 50% dari kapasitas penumpang pesawat.

Novie Riyanto, Direktur Angkutan Udara Kementerian Perhubungan, mengatakan untuk penambahan kapasitas ini, pengelola maskapai harus selalu menggunakan jarak fisik. Kata Novi dalam jumpa pers, Selasa (9/6/2020). Selain itu, Novi juga menyatakan maskapai harus menyediakan minimal tiga baris kursi di area kabin untuk mengantisipasi kedatangan penumpang. Gejala Covid-19 tiba-tiba muncul di pesawat dalam penerbangan.

Baca: Menariknya, Gojek akan memulangkan penumpang untuk transportasi mulai 8 Juni 2020

Lalu, untuk pesawat kecil, dia menggugat Novo Tidak ada batasan penumpang, seperti ATR dan lainnya. Namun dengan menerapkan standar prosedur operasi (SOP) pabrikan.

Novie mengatakan: “Kami juga mengatur interaksi di dalam pesawat, baik itu penumpang atau penumpang, atau dengan Penumpang manajer pesawat. Baca: Terminal Bus Jabodetabek Kembali ke Bus AKAP (Kecuali Terminal Jatijahar dan Poris Plawad) -Novi mengatakan, maskapai harus melakukan perjanjian dan persyaratan kesehatan sebelum membeli tiket. Sosialisasi, pengujian PCR, rapid testing, serta penggunaan masker di bandara dan pesawat Novie mengatakan:

Novie juga mengatakan pihaknya sedang memberikan saran kepada pengelola bandara dan operator navigasi untuk mengatur slot waktu penerbangan. , Ini tentang “menghindari antrian yang tidak perlu di lingkungan bandara sehingga jarak aman tetap dapat diterapkan”.