JAKARTA, Indonesia TRIBUNNEWS.COM-Indonesia Mora Telematika (Moratelindo) merilis sukuk ijarah I Tahap III tahap III pembangunan berkelanjutan, jumlah total pada tahun 2020 adalah Rp 389,51 miliar.

Dua seri diterbitkan: sisa Ijarah seri A senilai Rp333,365 miliar dan sisa nilai penghargaan Ijarah senilai Rp56,150 miliar untuk produk seri-B. Moratelindo III 2020 Durable Sukuk Ijarah I dirilis tanpa registrasi dan memberikan 100% manfaat Islami.

Baca: Langkah Mudah Investasi 1 Juta Rupiah dan Tingkat Pengembalian 6,05%

Untuk posisi ini, PT Pemeringkat Efek Indonesia menawarkan Sukuk Ijarah Grade (sy) atau Single Syariah. -Dalam pernyataan yang dikeluarkan kepada Bursa Efek Indonesia pada Selasa (5/10), seluruh dana hasil penerbitan adalah sebagai berikut: 75% di antaranya akan digunakan untuk kebutuhan refinancing, dan 25% sisanya akan digunakan untuk kebutuhan investasi, yaitu jaringan backbone. Dan akses, termasuk peralatan dan infrastruktur pasif dan aktif. Secara khusus, tetapi dijamin dengan semua aset Moratelindo.

Sebagai penjamin emisi penerbitan Sukuk Ijarah berkelanjutan Moratelindo III, nama saya adalah PT BNI Sekuritas dan PT Sucor Sekurit.

Bersamaan dengan itu, penerbitan Ijarah, aset dasar Sukuk, merupakan hak manfaat dari jaringan backbone dan hak akses yang dimiliki perusahaan.

Baca: BMTR Penerbitan Obligasi dan Sukuk Ijarah Rp 1 Triliun

Berbicara soal pernyataan perseroan, Moratelindo akan tersedia untuk umum dijual pada 2 Oktober 2020. Sejak 7 Oktober 2020, penerbitan elektronik tersebut telah dicatatkan dan diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 8 Oktober 2020.

Moratelindo sebelumnya telah merilis Sukuk Ijarah Moratelindo yang berkelanjutan pada tahap pertama tahun 2019 dan tahap kedua tahun 2020 yang merupakan bagian dari penawaran umum berkelanjutan senilai Rp3 triliun. .

Berita ini disiarkan secara tunai dengan tajuk utama: Moratelindo kembali mengeluarkan dana Rp 389,51 miliar berikut rincian penggunaannya