TRIBUNNEWS.COM-Di tengah pandemi, transaksi online dan layanan pengiriman menjadi solusi terbaik masyarakat untuk memenuhi kebutuhannya di rumah.

Apalagi saat Ramadhan dan Idul Fitri, masyarakat masih mengandalkan permintaan berbelanja melalui situs belanja online dari semua pasar, yang juga tidak lepas dari permintaan jasa transportasi.

Sebagai perusahaan jasa transportasi yang fokus pada pengiriman transaksi e-commerce, J&T Express juga memprediksikan pengiriman D-day akan meningkat.

Robin Luo, CEO J&T Express, mengatakan: “Sejak Ramadhan 2020, kami perkirakan transaksi online akan meningkat sejak minggu ketiga Mei. Lebaran tahun lalu.”

Menurut perkiraan ini, J&T Express akan menambah jumlah armada dan karyawan untuk menjaga operasi tetap berjalan pada efisiensi maksimum, menerapkan fasilitas penyortiran otomatis yang dapat menyortir 30.000 paket di 108 tujuan per jam, dan menguji dua penyortir otomatis , Ini adalah kemampuan untuk menyortir hingga 1,5 juta paket per hari.

Tidak hanya itu, J&T Express juga memastikan persiapan sumber daya manusia yang terstandardisasi, dan mencapai pekerjaan terbaik dengan mengutamakan kesehatan dan kenyamanan karyawan, memastikan bahwa setiap karyawan menerapkan prosedur kesehatan kerja untuk menjaga kenyamanan pelanggan. Sampai paket diterima. Robin mengatakan: “Kebutuhan masyarakat antara lain mendukung omzet ekonomi melalui pengiriman paket dalam transaksi jual beli secara online.” Berkomitmen untuk memberikan layanan tanpa liburan, J&T Express juga berhasil mencatatkan lonjakan pengiriman harian, mencapai 3 juta paket. Termasuk masa puncak lebaran terakhir. Barang-barang tersebut masih didominasi oleh transaksi di kategori fashion, gadget dan produk kecantikan.

Dengan implementasi dan peningkatan layanan, J&T Express tetap berharap dapat memberikan layanan terbaik di Indonesia.