Jakarta TRIBUNNEWS.COM-PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) menyatakan total tagihan kompensasi pemerintah untuk perusahaan tahun ini sebesar Rp 45 triliun. 2019 .

Manajer penjualan dan layanan pelanggan PLN Bob Saril mengatakan bahwa pemerintah hanya melunasi sekitar 28 triliun rupiah hutangnya kepada perusahaan. Triliun rupee dan kemudian 200.000 rupee lagi dibayarkan. Pada Jumat (4/9/2020) dia mengatakan kepada kantor pusat PLN bahwa ada sisa Rp 18 triliun (unpaid). PL content-Bob mengungkapkan bahwa pemerintah akan membayar sisa tagihan yang belum dibayar sebesar 18 triliun zlotys pada September 2020.

“Insya’Allah, bulan ini pemerintah akan membayar Rp 18 triliun. Pemerintah mendukung PLN. Ini rencana aksi bersama kita,” pungkasnya.

Contan sebelumnya melaporkan situasi keuangan PLN saat ini sedang tertekan. Untuk mengantisipasi tantangan bisnis di masa depan, manajemen PLN berharap pemerintah segera melunasi utang ganti rugi sebesar Rp 38 triliun. -Dengan melunasi utang kompensasi, PLN yakin posisi keuangannya akan terjaga setidaknya hingga akhir tahun ini. Pasalnya, mereka memiliki utang yang cukup besar.

Menurut catatan PLN, utang jangka panjang tercatat sebesar Rp 530 miliar. Di saat yang sama, utang jangka pendek melebihi Rp150 triliun.