JAKARTA TRIBUNNEWS.COM-Akibat pandemi Covid-19, pada 2020 nanti bayang-bayang resesi ekonomi di setiap negara di dunia akan membayangi dunia.

Beberapa negara bahkan sudah berada di ambang resesi ekonomi, seperti Singapura, Korea Selatan, Amerika Serikat, Hongkong, dan beberapa negara Eropa.

Masalah resesi ekonomi gagal lepas dari pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Beberapa indikator awal menunjukkan bahwa kinerja ekonomi Indonesia saat ini sedang buruk. Pemerintah dan ekonom sepakat bahwa PDB akan menyusut lebih dari 4% pada kuartal II 2020

Baca: Kekhawatiran resesi ekonomi global menyebabkan IHSG turun 2,78% siang ini

Baca: Korea Selatan di AS Negara berusia 6 tahun itu mengalami resesi akibat pandemi Covid-19 — jika pertumbuhan ekonomi selama dua kuartal berturut-turut atau lebih negatif, secara teknis Indonesia tidak akan kebal dengan resesi. Di Tiongkok. Akibat pandemi tersebut, perekonomian negeri tirai bambu langsung melejit setelah mengalami pertumbuhan negatif yang kuat.

“China bukan hanya langkah cepat stimulus, tetapi juga menangani Covid dengan sangat baik. Artinya harus menjadi contoh yang berhasil.” Ini mungkin keluar dari perangkap atau jatuh ke dalam perangkap resesi, “Josua Senin (2020) (3/8) kepada Kompas.com. – Sekadar referensi saja, sejak pandemi Covid 19 melanda akhir 2019, Tiongkok telah mencatatkan kontraksi PDB sebesar 6,8% pada kuartal pertama tahun 2020.Namun, bahkan Xi Jinping pada kuartal kedua tahun 2020 Pertumbuhan ekonomi negara kembali mencapai 3,2%. Negara tersebut sempat takut untuk mencapai target pertumbuhan ekonominya sepanjang tahun 2020.

Josua mengatakan Indonesia perlu memitigasi dampak resesi ekonomi sebelum terjadi. Caranya dengan mempercepat pembangunan dalam bentuk uang tunai dan reward lainnya. Penyaluran bansos yang ditargetkan dapat mendukung kekuatan perekonomian, bahkan pada masa resesi ekonomi, percepatan penyaluran stimulus akan memungkinkan perekonomian kembali tumbuh positif pada triwulan IV 2020.